// <![CDATA[PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROTOTIPE SISTEM PENGENDALI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 8535]]> Decy Nataliana, M.T. Nana Subarna, M.T. HERIANTO YULIANSYAH / 11-2000-108 Penulis
Kemajuan teknologi dalam bidang kendali yang sangat pesat banyak sekali dimanfaatkan oleh manusia untuk membantu suatu pekerjaan. Salah satu contoh kemajuan teknologi tersebut adalah pada bidang aplikasi sistem kendali pengkondisian udara. Sistem pengendali pengkondisian udara adalah suatu proses untuk mendinginkan udara sehingga dapat mencapai temperatur dan kelembaban relatif sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan yang hendak dicapai dalam tugas akhir ini adalah merancang dan mengimplementasikan suatu sistem yang berfungsi untuk mengendalikan temperatur dan kelembaban relatif untuk mendapatkan kondisi udara rumah tinggal yang baik dengan rentang temperatur 24oC- 26oC dan kelembaban relatif 60%-70%. Sistem kendali dapat diwujudkan dengan menggunakan berbagai jenis komponen pengendali. Salah satu pengendali yang dapat digunakan yaitu mikrokontroler. Mikrokontroler memiliki beberapa kelebihan yaitu kehandalan yang cukup tinggi serta ukuran dimensi yang kecil serta dapat diproduksi masal, sehingga harganya menjadi lebih ekonomis.Pengendali yang digunakan berupa mikrokontroler untuk mengatur pengaktifan aktuator-aktuator dengan metoda pengendali buka-tutup (ON-OFF) untuk pengaktifan sprayer dan kendali aliran udara oleh kipas angin (fan) dengan teknik PWM (pulse width modulation). Prototipe ini terdiri dari sebuah chip mikrokontroler ATMega 8535 sebagai pengendali dan 2 buah kipas angin (fan) yang digerakan oleh motor DC dimana kecepatannya diatur dengan metoda PWM (pulse width modulation) serta sebuah sprayer dan pemanas. Kerja pengendalian untuk menurunkan temperatur dilakukan kerja sama antara kipas I dan sprayer dimana air yang dipercikan pada permukaan kain, dan putaran kecepatan kipas I akan mempengaruhi penurunan temperatur. Untuk pengendalian kelembaban dilakukan dengan mengatur putaran kecepatan kipas II dan heater dengan tujuan untuk mengalirkan udara kotor yang mengandung uap air berlebih ke luar ruangan. Kerja sistem yang akan diimplementasikan yaitu temperatur 24oC - 26oC dan kelembaban relatif 60% - 70%. Dari hastil pengujian waktu tempuh dari kondisi 70% sampai kondisi 60% memerlukan waktu 1menit16 detik. Sedangkan kondisi waktu yang diperlukan dari kondisi temperatur 26 oC -24 oC diperlukan waktu 1menit 55 detik.