// <![CDATA[STUDI KINERJA REVERSE POWER RELAY UNTUK PROTEKSI GANGGUAN DAYA BALIK PADA GENERATOR DI CNOOC SES LTD.]]> Andra Bayu Prahara Samudra /11-2005-047 Penulis Siti Saodah, ST. MT. Teguh Arfianto, ST
Salah satu gangguan yang mungkin dan dapat terjadi pada sistem pembangkit tenaga listrik adalah gangguan daya balik (reverse power) terhadap generator yang dioperasionalkan secara pararel. Hal ini terjadi jika daya yang mengalir dari sistem jala-jala listrik mengarah ke salah satu generator yang sedang bekerja pada sistem pembangkit tersebut yang mengakibatkan generator tersebut berubah menjadi motor. Peristiwa ini selanjutnya akan menjadikan beban bagi generator lainnya, bahkan dimungkinkan pula akan menimbulkan kerusakan-kerusakan terhadap peralatan-peralatan listrik lainnya pada sistem pembangkit Dengan adanya rele daya balik, maka generator akan terlindung dari gangguan daya balik, oleh karena itu terlebih dahulu kita harus mensetting relay daya balik dengan tipe SR 489, yaitu dengan menghitung arus pick-up dan menghitung daya yang di bangkitkan generator agar relay bekerja dengan besarnya maximum motoring power for prime movers yang di perbolehkan untuk gas turbine adalah sebesar 50% dari daya terpasang dan juga menentukan waktu kerja rele. sehingga SR 489 akan segera menditeksi setiap gangguan daya balik yang timbul dan kemudian rele akan segera menggerakkan pembuka pemutus tenaga untuk memutus hubungan generator ke sistem jala-jala listrik. Berdasarkan hasil pembahasan terhadap data yang ada hasil penelitian di lapangan, besar daya balik maksimum yang menuju ke generator yang masih diperbolehkan untuk reverse power, persentase terhadap daya terpasang generator A dan B (GE) sebesar 49,44% yaitu 10.644.480 watt . sedangkan persentase terhadap daya terpasang pada generator C (Alshtom), yaitu prosentasenya sebesar 49,6% yaitu 11017037 watt dan waktu kerja rele sebesar 17,5 detik.