// <![CDATA[STUDI PERANCANGAN SISTEM INTERKONEKSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO]]> syahrial, ST. MT. Tegar Avrilla Kharismawan /11 – 2007 – 007 Penulis Siti Saodah, ST. MT,
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah lingkungan. Potensi tenaga mikrohidro yang dapat dibangkitkan di Indonesia sebesar 500 MW, namun saat ini baru 15% saja yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Inovasi-inovasi mengenai pembangkitan PLTM sangat perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi tenaga mikrohidro yang begitu besar. Salah satunya dengan penggabungan atau interkoneksi antar PLTM yang di kenal dengan istilah sistem interkoneksi PLTM. Perancangan sistem interkoneksi mikrohidro ini berada dilokasi aliran sungai Cisangkuy Kabupaten Bandung, dengan debit air rata-rata setiap tahunnya 5-7 m3/s. Sistem interkoneksi ini akan menggunakan empat buah generator sinkron sebagai pembangkit energi listrik, yang dirancang dengan sistem pola radial. Total daya yang dibangkitkan dari sistem interkoneksi ini mencapai 217 kVA, dengan faktor daya sebesar 0,8 lagging, dan menyuplai beban statis sebesar 175 kVA. Perancangan sistem yang meliputi potensi daya, titik-titik beban, pemilihan generator, penentuan kapasitas trafo, penggunaan penghantar yang digunakan serta sistem proteksi. Studi ini juga membahas bagaimana sistem aliran daya yang disalurkan, pengaturan beban dan pelepasan beban/load shedding saat terjadi overload/gangguan. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, perancangan sistem interkoneksi PLTM ini menggunaka empat buah trafo step-up (400/690), dan empat buah trafo step-down (690/400). Penghantar yang digunakan adalah penghantar jenis aluminium dengan jatuh tegangan tidak lebih dari 5% dari tegangan sistem sesuai. Susut daya yang terjadi yaitu sebesar 8,9 kW, nilai ini dianggap masih relatif kecil karena berkisar 5% dari total daya yang disalurkan ke beban.