// <![CDATA[PENGARUH JARAK PARKIR DARI GARIS HENTI TERHADAP KINERJA PERSIMPANGAN TANPA LAMPU LALULINTAS]]> Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T. Angga Prayoga / 222006054 Dosen Pembimbing 1
Kinerja suatu persimpangan akan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya volume lalulintas pada persimpangan tersebut. Selain peningkatan volume lalulintas, kemacetan pun sering diakibatkan oleh kendaraan yang parkir pada badan jalan. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan operasional arus lalulintas pada persimpangan jalan adalah metode MKJI 1997. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak parkir dari garis henti terhadap kinerja persimpangan Jalan Surapati – Jalan Pusdai. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data geometrik dan data arus lalulintas. Survei data primer dilakukan selama tiga jam pengamatan dari pukul 11.00-14.00 WIB pada hari Selasa, 1 Februari 2011 dan hari Senin, 7 Februari 2011. Hasil analisis kinerja persimpangan tanpa lampu lalulintas berdasarkan metode MKJI 1997 menunjukkan bahwa nilai kapasitas rata-rata persimpangan dalam kondisi tanpa parkir adalah 4270 smp/jam, sedangkan dalam kondisi parkir adalah 3807 smp/jam. Derajat kejenuhan rata-rata kondisi tanpa parkir adalah 1,07, sedangkan kondisi parkir adalah 1,14. Nilai tundaan rata-rata kondisi tanpa parkir adalah 23,19 det/smp, sedangkan kondisi parkir adalah 29,61 det/smp. Dari hasil perhitungan uji statistik persamaan dua rata-rata didapat perbedaan yang cukup besar antara kondisi tanpa parkir dengan kondisi parkir, sehingga dapat disimpulkan bahwa parkir 30 meter dari garis henti pada jalan utama masih berpengaruh terhadap kinerja persimpangan Jalan Surapati – Jalan Pusdai. Kata Kunci : Jarak Parkir, Kinerja, Persimpangan Jalan, MKJI 1997