// <![CDATA[KAJIAN PERILAKU KOLOM BETON BERTULANG BERONGGA TERHADAP BEBAN GEMPA DESAIN MAKSIMUM (Studi Kasus:]]> Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T. Dery Kardiawan Sukardi. / 221999185 Dosen Pembimbing 1
Elemen yang menarik untuk dianalisis pada jembatan cable-stayed adalah pylon. Pylon merupakan kolom utama pada jembatan cable-stayed yang memikul beban kabel-kabel.Pylon dominan menahan beban aksial tekan yang berasal dari beban kabel, dan beban lateral yang berasal dari beban gempa sehingga sangat ideal jika didesain menggunakan struktur beton bertulang. Pylon dibuat berongga (hollow) agar momen inersia yang dimiliki penampang pylon menjadi lebih besar dibandingkan penampang masif dengan volume beton yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji desain jembatan cable-stayed Pasupati, khususnya pada elemen pylon beton bertulang berongga akibat beban struktur berupa berat sendiri struktur jembatan; beban hidup lalulintas; dan beban dinamis gempa desain maksimum wilayah Bandung, sehingga didapat desain pylon yang mampu menahan beban-beban yang terjadi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan jembatan Pasupati dengan menggunakan program komputer SAP2000. kemudian diberikan beban berupa beban sendiri jembatan, beban lalulintas dan beban dinamis gempa. Hasil dari desain pasupati didapat parameter PMM ratio/rasio tulangan, Aksial Ultimate, Momen arah x dan momen arah y terbesar yang diakibatkan oleh kombinasi pembebanan STRENGTH 1 (faktor DL=1,25 dan faktor LL=1,75). Parameter yang didapat pada desain pylon berongga (segmen 77) adalah: gaya aksial ultimate, Pu = - 15444,987 ton; Momen ultimate arah x; Mx = - 901330,4 ton-cm; Momen ultimate arah y; My = - 26081,552 ton-cm; rasio kapasitas penampang = 0,536; dan prilaku keruntuhannya adalah runtuh tarik. Perubahan bentuk akibat gempa terjadi pada mode ke-19 (perioda 1,019 detik) dengan perubahan bentuk pylon dan dek ke arah x negative.