// <![CDATA[DESAIN TEBAL LAPIS TAMBAH MENGGUNAKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN 2013]]> Rahmi Zurni, S.T., M.T. Azhandi Usemahu /22 2012 116 Penulis Ranna Kurnia, S.T., M.T.
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang mempunyai peranan penting dalam mendukung aktifitas masyarakat, sehingga diharapkan kondisi jalan tetap dalam keadaan prima yang dapat memberikan keselamatan dan kenyamanan bagi penggunanya selama umur rencana. Pertumbuhan kendaraan yang begitu banyak berdampak pada kondisi jalan, oleh karena itu untuk mempertahankan kondisi jalan dalam keadaan prima perlu dilakukan penanganan, salah satunya dengan menggunakan lapis tambah. Salah satu metode perencanaan tebal lapis tambah adalah Manual Desain Pekerasan 2013. Manual ini berisikan proses penentuan besarnya tebal lapis tambah yang disesuaikan dengan data pengujian lendutan Benkelman Beam serta kondisi visual di lapangan dengan menggunakan grafik kurva lendutan dan tebal lapis tambah berdasarkan International Roughness Index (IRI). Penelitian ini dilakukan pada Ruas Jalan Kotania – Waisala dengan hasil analisis yang didapat yaitu ESA sebesar 160.000 lss/UR/Lajur Rencana dengan tebal lapis tambah perkerasan lentur sebesar 55 mm menggunakan campuran Laston AC-WC