// <![CDATA[STUDI UMUR SISA DAN LAPIS TAMBAH PERKERASAN LENTUR RUAS JALAN BULONTIO-TOLINGGULA PROVINSI GORONTALO]]> Rahmi Zurni, S.T., M.T. Wildan Nurkarim Tresna /22 2012 047 Penulis Welly Pradipta, S.T., M.T.
Jalan merupakan prasarana yang menunjang kebutuhan hidup masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Jalan direncanakan memiliki umur rencana tertentu dan dapat melayani kondisi lalulintas yang ada, dengan harapan bahwa jalan masih tetap dapat melayani lalulintas dengan tingkat pelayanan pada kondisi yang baik selama umur rencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja struktural dari perkerasan lentur pada ruas Jalan Bulontio – Tolinggula, Provinsi Gorontalo dengan cara menentukan umur sisa dan tebal lapis tambah pada perkerasan jalan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan metode AASHTO 1993. Dari hasil didapat, umur sisa terkecil adalah 0,02% pada STA 128+279 – 128+758 arah Bulontio – Tolinggula yang menandakan struktur perkerasan sudah hampir mencapai kehancuran, sedangkan umur sisa terbesar yaitu 93,77% pada STA 167+959 – 167+553 arah Tolinggula - Bulontio yang menandakan kondisi struktur perkerasan yang masih dalam keadaan baik. Tebal lapis tambah terbesar yang dibutuhkan adalah 4,01 inci pada STA 136+757 – 135+169 arah Tolinggula – Bulontio, sedangkan yang terkecil yaitu tebal minimum lapisan AC-WC adalah 1,57 inci.