// <![CDATA[STUDI KARAKTERISTIK BETON ASPAL YANG DIPADATKAN DENGAN METODE MARSHALL DAN PERCENTAGE REFUSAL DENSITY]]> Silvia Sukirman, Ir. Rahmi Zurni, S.T.,M.T. Viani Mustikawati 22 2012 147 Penulis
Proses pemadatan pada perkerasan jalan sangat mempengaruhi stabilitas dan keawetan jalan tersebut. Pemadatan adalah proses pengurangan kadar rongga udara pada campuran beton aspal. Proses pemadatan dengan metode Marshall dan Percentage Refusal Density dilakukan dalam perbandingan hasil pengujian Marshall. Hasil menunjukan bahwa pemadatan metode Percentage Refusal Density menghasilkan beton aspal yang lebih padat, hal ini ditunjukan dengan nilai VIM yang lebih kecil dari metode Marshall. Kecilnya nilai VIM dan besarnya nilai VFA berpengaruh terhadap nilai VMA yang menjadi lebih kecil, nilai VIM yang kecil menyebabkan nilai stabilitas akan semakin besar, namun besarnya energi yang diberikan saat proses pemadatan akan rentan terhadap degradasi, untuk mengetahui adanya degradasi maka dilakukan proses ekstraksi. Hasil ekstraksi menunjukan nilai kadar aspal yang lebih kecil dari kadar aspal semula, dan terjadinya degradasi yang ditunjukan dengan persen lolos analisis ayakan yang lebih besar dibandingkan semula.