// <![CDATA[STUDI TEBAL PERKERASAN PADA JALAN HAULING DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN MDP 2013]]> Rahmi Zurni, S.T,. M.T. Dendy Putra Praditya /22 2010 040 Penulis
Setiap operasi penambangan memerlukan jalan tambang (jalan hauling) sebagai sarana infrastruktur yang vital di dalam lokasi penambangan dan sekitarnya. Jalan tambang berfungsi sebagai penghubung lokasi-lokasi penting di area pertambangan dan sebagai lalu lintas kendaraan berat untuk mengangkut hasil tambang. Dengan menggunkan metode AASHTO 1993 (American Association of State Highway and TransportationOfficials 1993) dan MDP 2013 (Manual Desain Perkerasan Jalan 2013), akan dihitung tebal perkerasan jalan hauling pada lokasi yang telah ditentukan dengan data yang didapat dari lapangan. Setelah melakukan perhitungan menggunakan kedua metode tersebut didapat hasil yang berbeda untuk tebal perkerasan yang diguakan pada jalan hauling. Analisis perhitungan menggunakan metode AASHTO 1993 mendapatkan hasil tebal perkerasan sebesar 3 inch untuk tebal lapis pondasi atas dan 15 inch untuk tebal lapis pondasi bawah, sedangkan analisis perhitungan menggunakan metode MDP 2013 mendapatkan hasil sebesar150 mm untuk lapis CTB, dan 150mm untuk lapis LPA kelas A.