// <![CDATA[STUDI PERBANDINGAN MODULUS KEKAKUAN ASPAL PADA DUA JENIS ASPAL BERPOLIMER]]> Rahmi Zurni, S.T.,M.T. Moch Ferdy Adithya / 222012 188 Penulis
Banyaknya kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan membuat aspal polimer menjadi salah satu alternatif mencegah tingginya angka kerusakan karena memiliki sifat tahan terhadap perubahan suhu yang membuat kualitas perkerasan menjadi baik. Aspal dikatakan keras jika memiliki kekakuan tinggi hal ini menandakan aspal lebih tahan terhadap perubahan suhu sehingga tidak mudah rusak. Pada penelitian di lakukan perbandingan antara dua jenis aspal berpolimer (Elvaloy dan Bitubale) tujuannya sebagai bahan pertimbangan dalam menggunakan aspal untuk bahan perkerasan, untuk mengetahui seberapa kaku aspal polimer tersebut maka di perlukan kajian mengenai sifat fisik aspal dan Modulus Kekakuan yang dimiliki aspal polimer tersebut. Perhitungan modulus kekakuan dilakukan metode analitis dan grafis dengan metode Ullidtz dan Nomogram Van Der poel. Hasil pengujian menunjukan bahwa aspal berpolimer Bitubale lebih kaku karena memiliki nilai modulus kekakuan yang lebih tinggi, maka aspal berpolimer bitubale lebih tahan terhadap perubahan suhu sehingga perkerasan tidak mudah rusak.