// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU KUE KERING MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. BONLI CIPTA SEJAHTERA]]> DELLA PERMATA PUTRI /13-2012-007 Penulis Dr.,Ir. Kusmaningrum, MT. Fifi Herni M., S.T., M.T.
Pengendalian persediaan bahan baku yang dijalankan oleh suatu perusahaan mempunyai tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam waktu dan jumlah yang sesuai dengan rencana perusahaan dan bisa merancang agar ongkos persediaan minimum. Dalam penelitian ini sistem pengendalian bahan baku kue kering di PT. Bonli Cipta Sejahtera perlu diperbaiki karena sistem pemesanan bahan baku dilakukan secara terpisah. Solusinya yaitu sistem pemesanan beberapa bahan baku yang dipasok dari satu supplier dilakukan secara gabungan (joint replenishment) dimana pemesanan periodic review dengan melihat jumlah frekuensi pemesanan yang sekaligus dapat meminimumkan ongkos total. Sedangkan perusahaan saat ini masih menggunakan model-Q yaitu apabila jumlah persediaan bahan baku digudang telah mendekati safety stock . Oleh sebab itu dimungkinkan terjadinya pemesanan suatu bahan baku dilakukan secara terpisah atau pemesanan sendiri-sendiri (individual order) yang akibatnya persediaan bahan baku mengalami pemborosan ongkos. Model periodic review dikembangkan olehynan dan Kropp (1998). Variabel keputusan dari model periodic review adalah interval pemesanan dan inventory level tiap jenis bahan baku. Perhitungan yang diperoleh mempunyai faktor pengali k1, k2, k3, k4, k5, k6, k7, dan k8 dengan interval pemesanan yang paling optimal sebesar 0,300 per bulan atau sekitar 2 minggu dan memiliki inventory level yang berbeda-beda untuk setiap bahan baku. Berdasarkan dari hasil sistem persediaan yang digunakan oleh perusahaan frekuensi sebesar 165 kali pemesanan per tahun. Sedangkan dari hasil sistem persediaan model rancangan, diperoleh frekuensi pemesanan persediaan gabungan sebesar 24 kali pemesanan per tahun. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ongkos total berdasarkan hasil rancangan lebih kecil dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh PT. Bonli Cipta Sejahtera.