<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6605">
<titleInfo>
<title><![CDATA[RUSUNAMI KIRCON BANDUNG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Resi Pramudita /21.2001.030</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Eggi Septianto ST. MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Erwin Yuniar ST. MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Arsitektur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mengakibatkan tingginya tingkat
kepadatan penduduk, terutama di kota-kota besar. Kota besar yang menyediakan lapangan
pekerjaan menjadi target utama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, sehingga
mengundang masyarakat luar kota untuk datang dan menetap di kota tersebut. Sempitnya
lahan perkotaan menjadi permasalahan dalam penyediaan lahan sebagai kebutuhan hunian,
terlebih keterbatasan lahan di pusat kota membuat harga lahan menjadi semakin mahal,
sehingga mendorong munculnya rumah-rumah ilegal pada suatu kawasan yang menjadikan
kawasan tersebut kumuh serta tidak layak.
Pembangunan Rumah Susun menjadi respon terhadap kebutuhan hunian masyarakat di
perkotaan. Rumah susun merupakan hunian yang disusun vertikal yang pembangunannya
diprioritaskan pada lokasi di area padat dan sasaran utamanya adalah penghuni setempat
yang mayoritas penduduknya berpenghasilan rendah.
Kiaracondong merupakan salah satu wilayah kecamatan di kota Bandung, Jawa Barat.
Kiaracondong adalah daerah yang pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya sangat
menonjol, disertai populasi penduduk dan huniannya yang sangat padat, namun
ketersediaan lahan yang digunakan untuk kebutuhan hunian tergolong kurang memadai.
Rencana pembangunan rumah susun ini berada di jalan kiaracondong, dimana lokasi
tersebut merupakan area padat penduduk, serta memiliki jalan utama dimana jalan tersebut
merupakan akses yang dilalui oleh berbagai kendaraan umum, sehingga area tersebut
menjadi kawasan yang padat dan ramai. Pembangunan Rumah Susun Kiaracondong
menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan padat hunian, serta pembaharuan
lingkungan kumuh di daerah Kiaracondong. Pembangunan hunian vertikal ini dapat
menghindari terjadinya tumbuh rumah-rumah ilegal, serta menjadi penyediaan tempat bagi
mereka yang terkena langsung proyek peremajaan dan pembangunan. Ruang komunal
sangat dibutuhkan dalam perancangan rumah susun. Ruang komunal merupakan ruang
yang berfungsi sebagai wadah kegiatan interaksi sosial penghuni, baik yang bersifat formal
maupun informal, merupakan ruang-ruang umum bersifat publik yang digunakan bersama
di luar unit hunian. Ruang-ruang tersebut dapat berupa selasar, koridor, area bermain,
ataupun taman.
Pembangunan Rumah Susun ini menggunakan sistem precast dengan material beton
sebagai bahan bangunannya. Beton precast adalah meterial yang dibuat dan dicetak
terlebih dahulu di pabrik, kemudian dikirimkan dalam bentuk yang siap pakai menuju site.
Di site, material yang siap pakai tersebut dipasangkan dengan menggunakan baut dan mur
pada setiap sambungannya, lalu finishing cor. Beton precast digunakan pada bagian
struktur utama, lantai, serta dinding bagian luar bangunan. Pada bagian dalam bangunan,
material yang digunakan adalah beton ringan aerasi sebagai dinding pemisah setiap hunian.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[rumah susun, ruang komunal, sistem precast.]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1076AR]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1076AR]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1076AR]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10992" url="" path="/1076AR2016.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[RUSUNAMI KIRCON BANDUNG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6605]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-10-18 09:42:12]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-06-08 08:22:06]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>