“FARABALE CITYLIGHT RUSUNAMI” Tema : “ARSITEKTUR TROPIS DENGAN PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI PADA SIANG HARI”
Rumah susun dibangun sebagai upaya pemerintah guna memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan akan papan yang layak dalam lingkungan yang sehat. Hal ini merupakan salah satu alternatif penyediaan hunian di wilayah kota-kota besar di negara berkembang, seperti Indonesia yang disebabkan karena padatnya penduduk dan tidak tersedianya lahan untuk permukiman.
Kawasan Gedung Sate merupakan sebuah kawasan Cagar Budaya di Kota Bandung. Pembangunan di Kawasan ini harus memperhatikan kondisi bangunan Cagar Budaya yang ada. Hal ini diterapkan pula pada Farabale CityLight Rusunami yang terletak di Jl. Bagusrangin dengan perencanaan mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Bangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) ini merupakan bangunan aristektur modern tanpa mengabaikan bangunan sekitar. Dengan mengambil tema “Arsitektur Tropis dengan Pemanfaatan Cahaya Alami pada Siang Hari” dimaksudkan dapat memenuhi kebutuhan ruang akan cahaya. Kualitas ruang yang tidak sesuai dengan fungsi ruang menyebabkan kegiatan didalam ruang tersebut tidak berfungsi dengan baik. Isu yang berkembang menyatakan bahwa kualitas pencahayaan alami dipengaruhi oleh distribusi cahaya yang masuk melalui jendela (bukaan) dan orientasi bukaan. Semakin luas bukaan maka akan semakin banyak cahaya yang masuk kedalam ruang.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).“FARABALE CITYLIGHT RUSUNAMI” Tema : “ARSITEKTUR TROPIS DENGAN PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI PADA SIANG HARI” ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.“FARABALE CITYLIGHT RUSUNAMI” Tema : “ARSITEKTUR TROPIS DENGAN PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI PADA SIANG HARI” ().Arsitektur:FTSP,2016.Text
MLA Style
.“FARABALE CITYLIGHT RUSUNAMI” Tema : “ARSITEKTUR TROPIS DENGAN PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI PADA SIANG HARI” ().Arsitektur:FTSP,2016.Text
Turabian Style
.“FARABALE CITYLIGHT RUSUNAMI” Tema : “ARSITEKTUR TROPIS DENGAN PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI PADA SIANG HARI” ().Arsitektur:FTSP,2016.Text