// <![CDATA[RUSUNAMI DERWATI RESIDENCE]]> Utami, Ir., MT. Himawan Taufiq/ 212011104 Penulis SHIRLEY WAHADAMA PUTERA, Ir., MT
Permasalahan permukiman yang sering dijumpai di perkotaan saat ini adalah berkurangnya lahan untuk digunakan sebagai tempat tinggal akibat dari pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan. Selain itu banyaknya penduduk desa yang bermigrasi ke kota menyebabkan timbulnya permukiman-permukiman kumuh (slum) yang legal maupun ilegal/ permukiman liar (squatter). Konversi lahan yang terjadi di perkotaan juga mengakibatkan berkurangnya lahan hunian. Permasalahan permukiman kota ini menjadi dampak yang sangat luas tidak saja dari aspek lingkungan namun dari aspek ekonomi sesesorang. Kota Bandung merupakan salah satu kota terbesar keempat di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya dan Medan. Pembangunan dan pengembangan berbagai kegiatan kota mengakibatkan kebutuhan lahan di Kota Bandung meningkat. Keadaan tersebut juga terjadi di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung mengatasi permasalahan tersebut dengan membangun komplek rumah susun untuk mengurangi kepadatan dan mengurangi timbulnya permukiman kumuh akibat jumlah penduduk yang semakin meningkat. Keputusan tersebut dinilai sangat tepat karena kebutuhan akan rumah bagi masyarakat Kota Bandung akan banyak teratasi. Jalan Raya Derwati yang merupakan area site proyek dengan Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Kawasan ini adalah kawasan dengan kepadatan penduduk sedang dengan berbagai jenis perumahan, perdagangan di sisi jalan raya. Derwati juga berdampingan dengan proyek Gelora Bandung Lautan Api dan akses menuju proyek Summarecon Bandung. Tema perancangan yang diambil untuk kemudian diterapkan pada bangunan ini adalah tema “Struktur Sebagai Elemen Visual Pada Facade” dengan penerapan konsep Structure As Aesthetic