// <![CDATA[BANDUNG AQUATIC CENTER Tema :]]> Dr. Dewi Parliana, Ir., MSp. Dosen Pembimbing 2 Nugraha Hilmi Islami /21.2012.143 Penulis Achsien Hidajat, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1
Meningkatnya keinginan berolahraga dikalangan masyarakat di dorong moto gaya hidup sehat yang sedang gencar di populerkan membuat kebutuhan akan sarana olahraga sangat diperlukan. Olahraga Akuatik menjadi salah satu yang diminati dan merupakan salah satu cabang olahraga yang juga di tandingkan dalam kejuaraan nasional maupun kejuaraan internasional. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang mendominasi peraihan medali pada PON cabang olahraga akuatik. namun di Jawa Barat sendiri fasilitas sarana olahraga akuatik belum cukup memadai. Di tahun 2016 ini Jawa Barat menjadi tuan rumah PON XIX hal ini menjadi salah satu latar belakang dirancangnya “Bandung Aquatic Center” sebagai fasilitas penunjang ajang tersebut dan nantinya bangunan tersebut mampu menjadi pusat pembinaan dan pelatihan bagi para atlet dalam olahraga air. Bangunan dengan desain hemat energi menjadi upaya yang perlu diterapkan dalam perancangannya saat ini dengan meminimalkan konsumsi energi yang digunakan pada bangunan. Penerapan teknik passive design terkait fungsi bangunan berupa gelanggang olahraga akuatik menjadi tema yang diterapkan sehingga mampu menjadi solusi desain. Teknik passive desain merupakan operasional bangunan dengan level teknik pasif, dimana kenyamanan thermal dan visual dilakukan oleh desain bangunan tanpa menggunakan bantuan peralatan mekanis. Penerapan pada bangunan dengan konsep teknik passive design dirancang melalui atap dan kedua sisi fasad bangunan yang didesain mampu mengalirkan aliran udara dan pencahayaan alami dapat masuk kedalam bangunan dengan baik.