// <![CDATA[RUSUNAMI UP LIVING BAGUS RANGIN DI KOTA BANDUNG]]> Zeila Sifa Rosa /21.2012.067 Penulis Ir. Tecky HendrartoMM 0404125901 - Dr. Ir. Nurtati Soewarno MT
Tingginya tingkat kebutuhan masyarakat Bandung akan hunian tidak sebanding dengan harga tanah pada saat ini. Berdasarkan (BPS Jawa Barat 2012) Jumlah Penduduk Bandung memiliki presentase penduduk 5% dilihat dari total jumlah penduduk Jawa Barat. Hal ini menyebabkan timbulnya masalah permukiman, dan masalah lain mengenai permukiman yang lebih banyak terjadi di perkotaan daripada di pedesaan. Di Bandung masalah permukiman yaitu tempat tinggal dan lingkungan. Faktor ini seharusnya merupakan salah satu syarat hidup sehat dan layak di daerah perkotaan. Pembangunan rumah susun merupakan respon terhadap kebutuhan rumah bagi masyarakat. Rumah susun menjadi pilihan yang ideal bagi negara berkembang. Daerah yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang tinggi memiliki permasalahan pada kurangnya ketersediaan hunian, ketidaklayakan hunian dan keterbatasan lahan. Hal ini membutuhkan suatu konsep perencanaan dan pembangunan yang tepat agar permasalahan hunian dapat terselesaikan, dengan memadukan antara pembangunan rumah susun (fisik/lingkungan) dengan penyediaan fasilitas tempat usaha (sosial/ekonomi). Kelurahan Lebak Gede terletak di Jalan Bagus Rangin, Kota Bandung. Aktivitas ekonomi yang cukup tinggi membuat para migran memilih tinggal di Kelurahan ini, sehingga mengakibatkan adanya permukiman kumuh dengan kondisi bangunan dan kualitas lingkungan kawasan permukiman tergolong kurang baik. Berada di kawasan yang mempunyai nilai historis tinggi, banyak terdapat bangunan-bangunan bekas peninggalan masa penjajahan Belanda. Perlu upaya khusus dalam mendesain rusunami di kawasan ini agar memiliki desain yang selaras dan konstektual dengan bangunan di sekitarnya. Perancangan tugas akhir arsitektur ini bertujuan mendesain suatu rusunami yang mengusung tema kontekstual design dengan mempertimbangkan aspek kawasan dan bangunan sekitarnya.