// <![CDATA[RUMAH SAKIT KANKER BANDUNG (BANDUNG CANCER HOSPITAL) :]]> Handoyo Dwi Prabowo / 212011090 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dewi Parliana, Ir, MSP Shirley Wahadamaputera , Ir, MT.
Dewasa ini penderita penyakit kanker di negara-negara berkembang termasuk Indonesia mengalami peningkatan. Kepala Departemen Radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Profesor Soehartati Gondhowiardjo mengatakan, jumlah penderita kanker di Indonesia kian meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2012 menyebutkan, prevalensi kanker mencapai 4,3 banding 1.000 orang. Padahal data sebelumnya menyebutkan prevalensinya 1 banding 1.000 orang. Melihat kondisi seperti ini maka pengadaan rumah sakit kanker di Indonesia sangatlah dianjurkan. Di Indonesia, kebanyakan penanganan penyakit kanker hanya terfokus pada kuratif atau tindakan medis yang bertujuan untuk mengobati suatu penyakit saja, seperti operasi pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi daya tahan tubuh (immunotherapy). Pengobatan psikis pada pasien juga dapat diwujudkan dengan lingkungan yang mendukung dan memberi rasa nyaman untuk pasien. Penerapan konsep spiritual and confidence healing atau pelayanan kesehatan dengan lebih memperhatikan keutuhan aspek kehidupan sebagai manusia yang meliputi kehidupan jasmani, mental, sosial, dan spiritual pada rumah sakit kanker dinilai dapat membuat pasien merasa terobati baik secara fisik maupun psikisnya. Rasa aman dan nyaman tersebut diwujudkan dalam perencanaan arsitektur bangunan rumah sakit kanker ini sehingga pasien tidak mendapat tekanan ketika berada di rumah sakit dengan suasana yang mencekam seperti di rumah sakit pada umumnya. Perwujudan keamanan dan kenyamanan tersebut dapat diwujudkan dengan cara memperhatikan kenyamanan ruang dan suasana ruang, kenyamanan pengelihatan, kenyamanan pendengaran, dan kenyamanan suhu atau termal pada bangunan.