THE SCHILD FLATS BANDUNG
Peningkatan jumlah penduduk tidak sesuai dengan keberdaan lahan. Hal ini menjadi isu yang harus diselesaikan di Kota Bandung khususnya di daerah bagusrangin menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kepadatan pemukiman tinggi dengan keterbatasan lahan sehingga menyebabkan ketidak layakan huni. Salah satu solusi adalah sebuah hunian vertical bagi masyarakat, agar daerah tersebut menjadi tertata. Selain itu daerah tersebut dekat dengan salah satu bangunan konservasi kelas A yang mengharuskan bangunan baru. Oleh karena itu pada perencanaan hunian vertical ini lebih mengedepankan keselarasan terhadap lingkungan sekitarnya. Maka pendekatan rancangan yang dipilih yaitu “Integrating Transformation” yang menerapkan konsep kolonial yang ditekankan terhadap pengolahan fasad, bangunan modern dan pemilihan material yang memiliki khas bangunan kolonial. Untuk memperkuat sisi tematik arsitektur dapat dilihat dari gubahan massa, ekspos kolom dan bukaan pada fasad bangunan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).THE SCHILD FLATS BANDUNG ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.THE SCHILD FLATS BANDUNG ().Arsitektur:FTSP,2016.Text
MLA Style
.THE SCHILD FLATS BANDUNG ().Arsitektur:FTSP,2016.Text
Turabian Style
.THE SCHILD FLATS BANDUNG ().Arsitektur:FTSP,2016.Text