// <![CDATA[SISTEM PENGENALAN ISYARAT TANGAN CONDUCTOR ANGKLUNG MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC TSUKAMOTO]]> Muhammad Ichwan, Ir., M.T. Dewi Ambarsari/ 15-2012-053 Penulis Irma Amelia Dewi, S.Kom., M.T.
Gestur adalah suatu bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang menghasilkan pesan-pesan tertentu. Gestur mengikuti pergerakan tangan, wajah atau bagian lain dari tubuh. Didalam permainan angklung interaktif, gestur juga digunakan oleh conductor atau dirigen angklung sebagai pengganti partitur atau music sheet. Pada permainan angklung, setiap nada dalam satu oktaf (do, re, mi, fa so, la, si, dan do tinggi) direpresentasikan dengan mengadopsi curwen’s solfage handsigns. Penelitian pengenalan isyarat tangan conductor angklung ini mengandalkan salah kemampuan sensor kinect yaitu skeleton tracking. Skeleton tracking adalah kemampuan sensor kinect untuk membaca bentuk rangka tubuh manusia. Sehingga penelitian ini tidak mengadopsi metode curwen tetapi dibuat sebuah isyarat tangan baru menggunakan lengan kanan untuk merepresentasikan nada dan lengan kiri untuk merepresentasikan jumlah ketukan. Isyarat tangan tersebut memanfaatkan tiga joints (titik sendi) yaitu bahu, siku dan pergelangan tangan akan membentuk sebuah sudut yang selanjutnya nilai sudut tersebut digunakan sebagai masukkan dalam proses pemetaan output menggunakan metode fuzzy logic. Pengujian dilakukan pada jarak 190 cm, 250 cm dan 300 cm dari sensor kinect dengan ketinggian sensor 84 cm dari tanah dan membentuk sudut sebesar 45 derajat. . Hasil pengujian menunjukan bahwa nada do, so, 1/2 ketuk, 1 ketuk dan 3 ketuk memiliki tingkat kebenaran/keberhasilan tertinggi yaitu 100% pada setiap jarak.