// <![CDATA[SISTEM REKOMENDASI PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK DENGAN MEMBANDINGKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)(Studi Kasus :]]> Youllia Indrawaty, ST., MT. Uung Ungkawa, Ir., MT. Gilang Muhamad Ramadhan /15-2011-063 Penulis
Penilaian Kinerja adalah sistem yang digunakan untuk menilai dan mengetahui apakah seorang karyawan telah melaksanakan pekerjaannya masing-masing secara keseluruhan. Penilian karyawan sangatlah penting karena dapat digunakkan untuk mengukur kemampuan, kelebihan, kekurangan, dan potensi. Selain itu bagi karyawan, penilaian karyawan penting untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan karir. Menilai karyawan bukanlah hal yang mudah karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan dianalisis dengan tepat, cermat, namun cepat. Selama ini penilaian karyawan dilakukan secara manual tanpa melalui analisis yang sistematis, sehingga sering terjadi kesalahan dalam penilaiannya. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan salah satu cara untuk menjawab permasalahan tersebut. Sistem menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang di bandingkan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk membantu dalam penentu keputusan. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Sedangkan metode AHP adalah suatu hierarki fungsional dengan input utamanya presepsi manusia. Suatu situasi yang komplek tidak terstruktur dimasukkan ke dalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki. Hasil akhir dari SPK dengan membandingkan metode SAW dan AHP akan menampilakan nilai prioritas tertinggi dari beberapa karyawan. Dari hasil pengujian aplikasi sistem pendukung keputusan menampilkan hasil yang sama pada kedua metode dikarenakan memiliki karakteristik perhitungan yang sama.