// <![CDATA[RUSUNAMI WARGI BANDUNG Tema :]]> Maulana Nurrohman /21.2011.029 Penulis Dr. Ir. Dewi Parliana., MSP. Ir. Achsien Hidayat., MT.
Pertumbuhan kebutuhan rumah di Kota Bandung terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Pertambahan kebutuhan rumah dengan kebutuhan tanah di mana rumah itu berdiri, karena memang preferensi konsumen perumahan di Bandung masih berpihak pada landed house (rumah dengan tanah) dibandingkan dengan elevated house (apartemen/rumah susun). Pertumbuhan kebutuhan rumah itu diproyeksikan meningkat. Di sisi lain, ada keterbatasan lahan di perkotaan untuk memenuhi kebutuhan tanah untuk perumahan, hal ini menyebabkan tidak ada keseimbangan antara permintaan akan hunian dengan penyediaan hunian itu sendiri. Dengan adanya pembangunan hunian vertikal mampu menjawab masalah dari kebutuhan akan hunian masyarakat Kota Bandung. Namun disisi lain muncul masalah lain, jika dilihat dari perkembangan ekonomi Kota Bandung sendiri, masyarakatnya sebagian termasuk kedalam golongan menengah yang memiliki keinginan untuk memiliki hunian sendiri namun terkendala oleh harga yang kurang terjangkau karena mahalnya lahan di perkotaan. Untuk menghindari munculnya permukiman yang tidak terawat, terjaga maka diperlukan solusi yang dapat mengatasi kedua masalah tersebut. Tema ”Eco-Technic” merupakan konsep arsitektur yang dapat diartikan sebagai arsitektur dengan teknologi yang berwawasan lingkungan. Eco-tech Architecture adalah sebuah metode perancangan yang mengaitkan dan menyelaraskan Lingkungan dan Berlandaskan kepedulian tentang konservasi lingkungan global dengan penekanan pada efisiensi Energi pemakaian lahan dan pengolahan sampah efektif dalam tatanan Arsitektur.