// <![CDATA[RUSUNAMI BUMI WANGI KOTA BANDUNG Tema :]]> Yudha Ariep Muhamad /21.2011.018 Penulis Ardhiana Muhsin., ST, MT. Ir. Widji Indahing Tyas., MT
Pertumbuhan kebutuhan rumah di Kota Bandung terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Pertambahan kebutuhan rumah dengan kebutuhan tanah di mana rumah itu berdiri, karena memang preferensi konsumen perumahan di Bandung masih berpihak pada landed house (rumah dengan tanah) dibandingkan dengan elevated house (apartemen/rumah susun). Pertumbuhan kebutuhan rumah itu diproyeksikan meningkat. Di sisi lain, ada keterbatasan lahan di perkotaan untuk memenuhi kebutuhan tanah untuk perumahan, hal ini menyebabkan tidak ada keseimbangan antara permintaan akan hunian dengan penyediaan hunian itu sendiri. Adanya pembangunan hunian vertikal mampu menjawab masalah dari kebutuhan akan hunian masyarakat Kota Bandung. Namun kemudian muncul masalah lain, jika dilihat dari perkembangan ekonomi Kota Bandung sendiri, masyarakatnya sebagian termasuk kedalam golongan menengah yang memiliki keinginan untuk memiliki hunian sendiri namun terkendala oleh harga yang kurang terjangkau karena mahalnya lahan di perkotaan. Untuk menghindari munculnya permukiman yang tidak terawat dan terjaga maka diperlukan solusi yang dapat mengatasi kedua masalah tersebut. Tema ”Struktur sebagai elemen estetika” merupakan konsep struktur sebagai arsitektur artinya tema yang memunculkan kejujuran struktur yang apa adanya. Selain kuat secara struktur bangunan namun juga memiliki unsur arsitekturnya yang dimunculkan dalam bangunan berupa elemen garis horizontal vertikal yang memunculkan aksen terhadap fasad bangunan. Struktur yang dimunculkan bangunan akan terlihat kekokohannya, garis – garis pada fasad sebagai vocal view untuk lingkungan sekitar.