// <![CDATA[ARJUNA SOCIAL HOUSING]]> Murnia Triana Effendi /21-2012-110 Penulis Utami, Ir.,M.T. Shirley Wahadamaputera, Ir.,M.T.
Pembangunan kota-kota besar di Indonesia didorong oleh urbanisasi yang begitu cepat, membuat besarnya kebutuhan akan perumahan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat di kota-kota besar telah menjadi masalah yang serius karena keterbatasan lahan dan keterbatasan subsidi pemerintah untuk rumah-rumah sederhana. Terbentuknya kawasan kumuh oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi potret nyata di Indonesia karena pemenuhan kebutuhan akan rumah tinggal sangat bergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat dengan visi “SETIAP KELUARGA INDONESIA MENGHUNI RUMAH YANG LAYAK” berupaya untuk mendorong pemenuhan kebutuhan rumah tinggal bagi setiap keluarga Indonesia melalui Program Pengembangan Perumahan dan Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan. Maka dari itu, pembangunan rumah susun merupakan salah satu contoh program Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah tinggal bagi masyarakat Indonesia. Sebagaimana Danchi di kota-kota besar Jepang, Apartments di Inggris dan Flats di Amerika Serikat. Pemikiran tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk memberikan dukungan fasilitas perumahan yang tepat sasaran baik dari aspek perencanaan dan pelaksanaan melalui standar-standar perancangan rumah susun dan subsidi oleh lembaga keuangan yakni lewat pembangunan rumah susun milik.