// <![CDATA[RUSUNAMI MODULAR KIARACONDONG]]> Ir. Meta Riany, M.T. Irfan S. Hasim, S.T., M.T. Anindita Agti Sunaryo /21-2012-005 Penulis
Peningkatan populasi penduduk dan urbanisasi di kota-kota besar menyebabkan semakin berkurangnya ketersedian lahan untuk pemukiman. Sehingga pemerintah memberikan solusi dengan mengadakan program nasional “Rumah Susun 1000 Tower” yang dilaksanakan dibeberapa kota besar, salah satunya di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung sudah merencanakan 16 lokasi pembangunan rumah susun, salah satu lokasi tersebut berada di Jalan Kiaracondong. Pemerintah Kota Bandung memiliki tujuan untuk memberikan hunian yang layak untuk masyarakat berpengahasilan rendah dan merevitalisasi pemukiman padat penduduk yang kumuh. Tetapi dalam program nasional rumah susun 1000 tower menemui hambatan yang membuat pembangunan rumah susun tersebut jadi terlambat. Untuk memberikan solusi pada permasalahan program nasional tersebut, perlu adanya strategi dalam perencanaan dan perancangan rumah susun. Yaitu menggunakan metode membangun dengan sistem prefabrikasi. Sistem prefabrikasi mampu mempercepat dalam proses pembangunan dengan didukung komponen modular. Sistem prefabrikasi ini memiliki keunggulan pengeluaran biaya yang lebih murah karena proses konstruksi yang lebih cepat. Biaya yang lebih murah juga disebabkan pekerja yang dibutuhkan di lokasi proyek lebih sedikit, karena sebagian komponen bangunan sudah produksi terlebih dulu di luar lokasi proyek. Dengan biaya pembangunan yang lebih rendah dan konstruksi yang lebih cepat, diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dan mempercepat program nasional rumah susun 1000 tower.