BANDUNG CANCER HOSPITAL : ARSITEKTUR PERILAKU (BEHAVIOR ARCHITECTURE)
Di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian pada urutan ke-7 (Riskesdas, 2007). Kementrian Kesehatan menyatakan pada tahun 2012 penyebaran penderita kanker meningkat dari 1 banding 1000 menjadi 4,3 banding 1000. Sayangnya rumah sakit khusus kanker di Indonesia masih sangat sedikit, bahkan kota besar seperti kota Bandung belum memiliki rumah sakit khusus kanker. Padahal di provinsi Jawa Barat, di mana provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, terdapat penderita tumor sebanyak 40.737.594 orang. Oleh karena itu dibutuhkan adanya pembangunan Rumah Sakit Khusus Kanker di Kota Bandung. Rumah Sakit Khusus Kanker ini dirancang dengan standar rumah sakit khusus kelas B memiliki kapasitas sekitar 50-100 tempat tidur. Konsep umum yang diterapkan pada rumah sakit ini yaitu Healing with Environment, artinya rumah sakit ini selain memberikan fasilitas pengobatan kanker secara fisik tetapi juga secara psikologis dengan menyediakan fasilitas yang nyaman seperti taman terapi sehingga dapat membantu menurunkan tingkat stress pada
pasien. Secara fisik fasilitas yang disediakan sedikit berbeda dengan rumah sakit umum pada umumnya yaitu adanya pelayanan khusus pengobatan kanker dengan radiologi terapi untuk pengobatan penyakit kanker dan taman terapi penyembuhan secara psikologis serta pengetahuan edukasi tentang tanaman yang dapat membantu menyembuhkan penyakit kanker.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).BANDUNG CANCER HOSPITAL : ARSITEKTUR PERILAKU (BEHAVIOR ARCHITECTURE) ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.BANDUNG CANCER HOSPITAL : ARSITEKTUR PERILAKU (BEHAVIOR ARCHITECTURE) ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
MLA Style
.BANDUNG CANCER HOSPITAL : ARSITEKTUR PERILAKU (BEHAVIOR ARCHITECTURE) ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.BANDUNG CANCER HOSPITAL : ARSITEKTUR PERILAKU (BEHAVIOR ARCHITECTURE) ().Arsitektur:FTSP,2015.Text