// <![CDATA[Pengenalan Produk Kerajinan Perak Indonesia Melalui Buku Pengetahuan Populer]]> Aris Kurniawan, M.Sn. Aulia Fitriatma Bahirul/ 33-2012-051 Penulis Asri Radhitanti, S.Sn., M.Ds.
Indonesia memiliki keanekaragaman bentuk kerajinan, salah satunya Kerajinan Perak. Kerajiann Perak Indonesia sudah ada sejak abad ke-9 M, menyebar luas pada saat masa kerajaan Mataram untuk keperluan perhiasan Raja sampai perabotan kerajaan. Kerajinan Perak Indonesia mencapai masa kejayaannya pada tahun 70-80an, namun belakangan ini para perajin perak di desa celuk(Bali) maupun kotagede(DIY) banyak yang beralih profesi menjadi karyawan pariwisata, kuli bangunan, dan usaha warung, dikarenakan biaya produksi yang tinggi tetapi tingkat pembeliannya justru menurun, ditambah lagi pasar bebas membuat perusahan perak asing dengan mudahnya mengimpor perak ke Indonesia dengan harga yang murah namun kualitasnya tidak sebaik kerajinan perak asli Indonesia. Disaat kerajinan perak Indonesia dilupakan didalam negeri, kerajinan perak justru dilirik orang asing, karena mereka sangat menyukai seni dan budaya yang tinggi pada setiap coraknya. Sekitar 200 ukiran perak Indonesia di akui pihak asing, membuat Desak Nyoman Suarti memperjuangkannya di pengadilan Amerika Serikat. Dengan merancang sebuah buku pengetahuan populer diharapkan dapat memberikan informasi secara detail kepada masyarakat bahwa kerajinan perak Indonesia memiliki kualitas yang baik (To Enlightment). Sehingga masyarakat dapat menyadari dan mendukung produk kerajinan perak Indonesia yang nantinya dapat mempopulerkan kemabali kerajinan perak Indonesia (To Persuade)