Pengenalan Produk Kerajinan Perak Indonesia Melalui Buku Pengetahuan Populer
Indonesia memiliki keanekaragaman bentuk kerajinan, salah satunya Kerajinan
Perak. Kerajiann Perak Indonesia sudah ada sejak abad ke-9 M, menyebar luas
pada saat masa kerajaan Mataram untuk keperluan perhiasan Raja sampai
perabotan kerajaan. Kerajinan Perak Indonesia mencapai masa kejayaannya pada
tahun 70-80an, namun belakangan ini para perajin perak di desa celuk(Bali)
maupun kotagede(DIY) banyak yang beralih profesi menjadi karyawan pariwisata,
kuli bangunan, dan usaha warung, dikarenakan biaya produksi yang tinggi tetapi
tingkat pembeliannya justru menurun, ditambah lagi pasar bebas membuat
perusahan perak asing dengan mudahnya mengimpor perak ke Indonesia dengan
harga yang murah namun kualitasnya tidak sebaik kerajinan perak asli Indonesia.
Disaat kerajinan perak Indonesia dilupakan didalam negeri, kerajinan perak justru
dilirik orang asing, karena mereka sangat menyukai seni dan budaya yang tinggi
pada setiap coraknya. Sekitar 200 ukiran perak Indonesia di akui pihak asing,
membuat Desak Nyoman Suarti memperjuangkannya di pengadilan Amerika
Serikat. Dengan merancang sebuah buku pengetahuan populer diharapkan dapat
memberikan informasi secara detail kepada masyarakat bahwa kerajinan perak
Indonesia memiliki kualitas yang baik (To Enlightment). Sehingga masyarakat
dapat menyadari dan mendukung produk kerajinan perak Indonesia yang nantinya
dapat mempopulerkan kemabali kerajinan perak Indonesia (To Persuade)
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).Pengenalan Produk Kerajinan Perak Indonesia Melalui Buku Pengetahuan Populer ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.Pengenalan Produk Kerajinan Perak Indonesia Melalui Buku Pengetahuan Populer ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2016.Text
MLA Style
.Pengenalan Produk Kerajinan Perak Indonesia Melalui Buku Pengetahuan Populer ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2016.Text
Turabian Style
.Pengenalan Produk Kerajinan Perak Indonesia Melalui Buku Pengetahuan Populer ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2016.Text