// <![CDATA[TERAPI REMEDIAL UNTUK ANAK DISGRAFIA USIA SEKOLAH DASAR MELALUI PERANCANGAN VIDEO GAME]]> Rosita Hardiyati, S.Sos., M.Ds. Agus Rahmat Mulyana, M.Ds. Arlly Radithia / 33-2010-087 Penulis
Disleksia terjadi pada sekitar 10%-15% pada anak-anak usia sekolah. 20% Anak di dunia memiliki gangguan disleksia, termasuk anak-anak di Indonesia sekitar 10%-20%. Disleksia adalah manifestasi sebagai kesulitan komunikasi atau berbahasa, ekspresif-reseptif, membaca, menulis, mengeja, dan matematis. Disgrafia merupakan bagian dari disleksia, dimana kondisi sang anak dalam kesulitan dalam menulis. Disleksia merupakan gangguan kronis yang disandang seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan. Namun mereka dapat mengatasi masalah tersebut jika diberikan intervensi yang tepat, salah satunya yaitu terapi remedial. Masih sedikit media pembelajaran digital yang mengikuti kaidah disleksia. Karena itu, ini diperlukan untuk mengembangkan media-media yang mendukung untuk membantu proses intervensi dalam sesi terapi. Melalui video game, mereka dapat mengekspos potensial mereka dalam belajar karena kecerdasan mereka akan lebih terlihat ketika mereka sedang memainkan video game. Penelitian ini telah diatur untuk merancang video game yang dapat berfungsi sebagai media pembelajaran alternatif yang menyenangkan untuk anak-anak disgrafia dalam mengatasi masalah mereka ketika menulis. masalah motorik, spasial, memori, dan persepsi mereka akan huruf. Ini juga karena video game dapat membantu untuk memperluas kreativitas mereka, melatih motorik halus mereka, dan mengetahui spasial dengan interaktif dan cara yang seru.