// <![CDATA[PERANCANGAN BOARD GAME BERCOCOK TANAM SEBAGAI MEDIA OPTIMALISASI KECERDASAN NATURALIS ANAK-ANAK]]> Eny Dewijani, S.Sn. Sri Retnoningsih, M.Ds ABBYZAR RAFFI HERNAWAN / 33-2011-065 Penulis
Masyarakat pedesaan di indonesia identik sebagai pelaku budaya bercocok tanam, pada masyarakat di wilayah pedesaan kegiatan bercocok tanam telah menjadi bagian perkerjaan sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan pangan.Hal tersebut didasari oleh masih banyaknya lahan terbuka hijau dan tidak tersedianya tempat pemenuh kebutuhan pokok seperti swalayan atau supermarket. Jika dibandingkan dengan masyarakat di wilayah perkotaan, kegiatan bercocok tanam menjadi hal yang kurang diminati jika disandingkan dengan pekerjaan di industri dan perkantoran. Lahan taman yang ada di rumah-rumah perkotaan tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memproduksi tanaman yang menghasilkan seperti tomat, cabe, dan berbagai macam kebutuhan dapur yang seharusnya tidak perlu dibeli di pasar atau supermarket. Kebun di perkotaan lebih sering ditanami tanaman yang bersifat menghias daripada yang bersifat menghasilkan produk yang dapat dikonsumsi keluarga. Kegiatan Bercocok tanam di pekarangan memberikan peranan strategis untuk meningkatkan pola keanekaragaman konsumsi pangan, dan peningkatan gizi masyarakat. Dengan bertanam sayuran di rumah masyarakat akan terangsang untuk membiasakan diri mengkonsumsi sayuran setiap hari,maka hal ini perlu dikomunikasikan kembali pada masyarakat perkotaan terutama generasi muda seperti anak-anak.