Desain Interior Museum Seni Rupa Modern Bandung Di Bandung
Seni rupa Bandung merupakan salah satu muatan seni rupa modern dan kontemporer di
Indonesia. Kalau kita lihat ke belakang hingga munculnya Pelukis Lima Bandung tentulah kita akan
dapat menyimpulkan bahwa Bandung merupakan motor pergerakan seni rupa Indonesia dari prakemerdekaan,
pasca kemerdekaan hingga sekarang. Seniman lainnya yang seangkatan dengan
Abdullah Suryosubroto sebagai pengisi masa “Mooi Indie” yaitu Sukardji dan Kendar Kerton yang
kemudian disusul oleh kelompok Lima Bandung yang aktif pada tahun 1935-1940 yaitu Affandi,
Barli, Wahdi, Sudarso dan Hendra. Mereka semua merupakan seniman yang hidup dan berjaya di
masa Kolonial hingga sekarang. Dengan pendidikan dari Belanda para pelukis Bandung masa lalu
telah bisa membaca literatur Barat antara lain gambar reproduksi karya seniman Barat yang terkenal
pada waktu itu.
Seni Rupa Modern Bandung merupakan salah satu titik tolak penting di dalam perkembangan
seni rupa di Indonesia. Berangkat dari persepsi yang mengatakan bahwa seni rupa Bandung sebagai
budaya merupakan rekaman dan catatan perjalanan peradaban Indonesia. Dimana pendidikan tinggi
seni rupa tertua berada di Bandung, yakni Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar Universitas
Indonesia (sekarang FSRD ITB) berdiri pada tahun 1947.
Dengan latar belakang tersebut, oleh karena itu diperlukannya suatu fasilitas yang
memberikan sarana edukasi dan pengungkapan sejarah, untuk memahami dan mempelajari seni rupa
modern, khususnya Bandung. Museum sebagai lembaga yang bertujuan untuk merawat,
mengembangkan, dan memamerkan untuk keperluan edukasi dan rekreasi merupakan suatu sarana
yang tepat untuk menyampaikan pesan pembelajaran dan pelestarian karya koleksi seni rupa modern
Bandung.
Dalam mendesain interior pada proyek ini dibutuhkan analisa dan observasi mengenai hal-hal
yang berhubungan dengan seni rupa modern di Indonesia, dengan tujuan menciptakan dan
meningkatkan kualitas ruang sehingga memiliki fungsi yang baik berdasarkan keputusan dan
ketetapan desain yang disepakati sebagai tema. Kualitas ruang yang ingin dicapai tersebut adalah
kenyamanan pengunjung dalam mengapresiasi koleksi yang dipajang, mendapatkan pengetahuan
mengenai seni rupa modern Bandung, serta rekreasi agar pengunjung atau apresiator mendapatkan
sesuatu yang lebih selain hal-hal yang bersifat edukasi.
Dalam perancangannya Museum tersebut tidak hanya terbatas dalam area pamer saja beserta
informasi-informasi sejarah dibaliknya, namun juga dilengkapi sarana pendukung seperti fasilitas
untuk mengadakan event yang berkaitan dengan seni rupa di Bandung. Sehingga diharapkan Museum
ini juga dapat menjadi ikon yang menunjukkan adanya gerakan seni rupa di Bandung sebagai wujud
budaya bangsa, khususnya kota Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).Desain Interior Museum Seni Rupa Modern Bandung Di Bandung ().Desain Interior:FAD
Chicago Style
.Desain Interior Museum Seni Rupa Modern Bandung Di Bandung ().Desain Interior:FAD,2016.Text
MLA Style
.Desain Interior Museum Seni Rupa Modern Bandung Di Bandung ().Desain Interior:FAD,2016.Text
Turabian Style
.Desain Interior Museum Seni Rupa Modern Bandung Di Bandung ().Desain Interior:FAD,2016.Text