// <![CDATA[HAK PENGGUNA RUANG ATAS RUANG PUBLIK DI KAWASAN BALUWARTI KOTA SURAKARTA]]> Widya Suryadini, ST., MT. RINDA SYLVIANI /242011018 Penulis
Ruang publik merupakan ruang dalam jaringan kota yang terbuka dan dapat dicapai secara visual maupun fisik, digunakan secara bersama (commonly shared) dalam suasana kebebasan (freedom) dan kesetaraan (equality), serta terbuka bagi pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan spontan. Kawasan Baluwarti memiliki keunikan yang khas, dimana kawasan tersebut berada di dalam tembok yang memisahkan dengan kawasan di luarnya. Pada dasarnya, ruang di Kawasan Baluwarti sebagai suatu wadah yang dapat menampung aktivitas dan interaksi yang dilakukan oleh pengguna ruang baik secara individu atau kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hak atas ruang publik dijalankan berdasarkan perilaku pengguna ruang, interaksi pengguna ruang dengan ruang dan interaksi pengguna ruang dengan pengguna ruang di Kawasan Baluwarti, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study) melalui pengamatan behavior setting. Obyek amatan adalah pengguna ruang, fasilitas, pola aksi dan karakteristik waktu. Analisis dilakukan terhadap hak pengguna ruang atas ruang publik yang dijalankan di Kawasan Baluwarti yaitu akses, kebebasan bertindak, klaim, perubahan, kepemilikan dan disposisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang secara optimum dilakukan di ruang-ruang terbuka yang tersedia, seberapun luas ruang tersebut. Akses terhadap ruang publik di Kawasan Baluwarti cukup jelas sehingga membuat orang mudah untuk mencapai ke kawasan tetapi akses fisik masih memiliki pembatasan terhadap ruang-ruang privat, pengguna ruang bebas melakukan tindakan atau aktivitas secara bebas di dalam ruang, pengguna ruang melakukan klaim atas ruangnya melalui 2 cara yaitu tanda atau jejak berupa benda yang akan muncul ketika pengguna ruang mengklaim ruang dan pengguna ruang akan mengambil ruang dari perpanjang ruang privat ke ruang publiknya di dalam melakukan aktivitas dan interaksi, pengguna ruang dapat melakukan perubahan elemen baik bersifat temporer atau sementara, serta adanya kepemilikan ruang melalui kontrol secara tidak langsung oleh pengguna ruang di Kawasan Baluwarti, Kota Surakarta.