Pengaruh Tempering terhadap Ketahanan Balistik Baja S45C
Material anti balistik merupakan material yang tahan beban impak yang disebabkan oleh tekanan peluru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan balistik dari baja S45C dengan cara tempering. Tempering adalah proses pemanasan kedua yang dilakukan setelah quenching, yang bertujuan untuk menghilangkan fasa keras akibat quenching. Proses tempering dilakukan pada temperature 400oC dan 600oC dengan waktu penahanan selama 2 jam, setelah sebelumnya didahului dengan proses quenching pada temperatur 980oC. Proses tempering hanya berpengaruh secara signifikan terhadap struktur mikro material. Tempering 400oC memiliki fasa martemper, perlit dan ferit. Pada proses temper terjadi dekomposisi fasa martensit yang keras dan kuat menjadi fasa ferit yang memiliki sifat lunak dan ulet. Fasa pearlit di peroleh dari atom karbon yang berdifusi pada pada saat laju pendinginan di udara yang berjalan lambat. Sedangkan tempering 600oC didominasi oleh fasa martemper, kemungkinan terbentuknya secondary carbide memberikan kontribusi terhadap peningkatan kekerasan. Namun demikian, secondary carbide harus dianalisi dengan SEM – EDS. Hasil pengujian kekerasan memperlihatkan, semakin tinggi temperatur temper, terjadi peningkatan kekerasan sebesar 7,7% yang tidak signifikan. Ketahanan peluru dari baja S45C belum tercapai karena kombinasi nilai kekerasa ketangguhannya belum memadai.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).Pengaruh Tempering terhadap Ketahanan Balistik Baja S45C ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.Pengaruh Tempering terhadap Ketahanan Balistik Baja S45C ().Teknik Mesin:FTI,2016.Text
MLA Style
.Pengaruh Tempering terhadap Ketahanan Balistik Baja S45C ().Teknik Mesin:FTI,2016.Text
Turabian Style
.Pengaruh Tempering terhadap Ketahanan Balistik Baja S45C ().Teknik Mesin:FTI,2016.Text