// <![CDATA[SIMULASI KELAYAKAN TEKNIS PEMANFAATAN NATURAL HOT SPRING SEBAGAI PEMBANGKIT DAYA]]> MOHAMMAD IQBAL MAULANA /12 – 2011 – 085 Penulis Muhammad Ridwan, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 0426028301 - Muhammad Pramuda Nugraha S., ST., MT Dosen Pembimbing 2
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan energi dan pentingnya menjaga lingkungan, inovasi dalam memanfaatkan potensi sumber energi alternatif semakin banyak guna meminimalisir dampak negatif pada lingkungan. Natural Hot Spring merupakan mata air yang dihasilkan akibat keluarnya air tanah dari kerak bumi setelah dipanaskan secara geotermal, pemanfaatannya masih berupa tempat wisata pemandian air panas untuk daerah di indonesia. Potensi Natural Hot Spring untuk dijadikan pembangkit daya sangatlah besar dan ramah lingkungan karena tidak memerlukan bahan bakar fosil sebagai sumber energinya, tetapi memanfaatkan temperatur air panas untuk memanaskan fluida kerja khusus pada sistem pembangkit. Sistem Siklus Kalina adalah siklus yang memanfaatkan sumber panas bertemperatur rendah (80-100 °C) untuk mengubah fluida kerja campuran ammonia-air dengan komposisi tertentu menjadi uap sehingga dapat memutar turbin dan menghasilkan listrik. Survey lokasi dilakukan di daerah Ciwidey Kab. Bandung, di dapat data temperatur air panas sebesar 73-78 °C dengan debit air 100-120 L/s. Dari simulasi menggunakan software Cycle Tempo 5.0 didapatkan komposisi campuran ammonia-air 89% untuk efisiensi maksimal sebesar 26,51%. Pada komposisi tersebut dihasilkan daya generator sebesar 182,58 kW. Apabila listrik sebesar 182,58 kW dijual ke PLN maka 1 hari dapat menghasilkan Rp 4.399.447,68.