PEMBENTUKAN STRUKTUR BAINITIK PADA VCN 150 MELALUI PROSES AUSTEMPERING
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Begitu juga dengan teknologi ikut berkembang dengan maju. Karena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur baja. Oleh karena itu timbul usaha manusia untuk memperbaiki sifat – sifat dari baja tersebut. Adapun sifat mekanis dari baja antara lain : kekerasan, tarik dan analisa unsur mikro. Untuk itu maka perlu diadakan proses perlakuan panas (heat treatment). Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap baja dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat – sifat tertentu dari baja. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah baja VCN 150. Baja ini memiliki komposisi kimia 0,3 % C, 0,27% Si, 0,75 % Mn, 1,52% Ni, 1,49 % Cr, dan 0,15% Mo, baja ini tergolong baja karbon sedang. Pada penelitian ini metoda yang dilakukan yaitu dengan cara austempering, dengan memvariasikan temperaturnya dengan waktu penahanan selama 60 menit. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh temperatur austempering terhadap pembentukan struktur bainitik pada baja VCN 150, serta bagaimana pengaruhnya terhadap sifat mekanik dengan tujuan akhir dapat meningkatkan kekerasan serta ketangguhan material tersebut.
Metoda austempering merupakan celup terputus yang diikuti dengan terbentuknya struktur bainite. Pada laku panas ini benda kerja yang sudah mencapai temperatur austenite didinginkan dan kemudian dibiarkan bertransformasi secara isothermal, pada temperatur tetap, diatas temperatur Ms menjadi struktur bainite. Dan kemudian didinginkan dengan pendinginan udara bebas. Pada pengujian ini temperatur austenite yang digunakan adalah 850°C dan ditahan selama 2 jam, media garam yang digunakan NaNO3 dan NaCl sebanyak 5% dengan variasi temperatur 300°C, 380°C dan 400°C, lalu ditahan selama 60 menit dan kemudian didinginkan dengan media udara.
Untuk uji kekerasan digunakan alat uji keras dengan metode Rockwell dengan menggunakan skala C. Hasil kekerasan yang diperoleh pada material VCN-0 (tanpa proses heat treatment) adalah 37 HRC, pada sample VCN-I (Temperatur 300°C) 46,7 HRC, pada sample VCN-II (Temperatur 380°C) 49,9 HRC, dan pada sample VCN-III (Temperatur 400°C) 53,8 HRC. Struktur mikro pada material yang dikenakan proses austempering tidak sepenuhnya bainite. Terdapat unsur fasa lain yang terbentuk, ini ditandai dengan terjadinya kekerasan yang meningkat. Didapat dari kurva tegangan (σ) vs regangan (е) luas area ketangguhan yang paling besar terdapat pada spesimen VCN-III dibanding spesimen yang lainnya, yaitu 3854.2 mm². artinya pada spesimen VCN III ini memiliki ketangguhan yang paling baik, karena memiliki kekerasan yang tinggi dan juga elongasi yang tinggi dibandingkan spesimen lainnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).PEMBENTUKAN STRUKTUR BAINITIK PADA VCN 150 MELALUI PROSES AUSTEMPERING ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PEMBENTUKAN STRUKTUR BAINITIK PADA VCN 150 MELALUI PROSES AUSTEMPERING ().Teknik Mesin:FTI,2016.Text
MLA Style
.PEMBENTUKAN STRUKTUR BAINITIK PADA VCN 150 MELALUI PROSES AUSTEMPERING ().Teknik Mesin:FTI,2016.Text
Turabian Style
.PEMBENTUKAN STRUKTUR BAINITIK PADA VCN 150 MELALUI PROSES AUSTEMPERING ().Teknik Mesin:FTI,2016.Text