// <![CDATA[KAJIAN RAM (RELIABILITY, AVAILABILITY, AND MAINTAINABILITY) SISTEM COOLING TOWER PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI UBP. KAMOJANG]]> NABRIZ /12-2011-065 Penulis Ahmad Taufik, M.Eng., Ph.D Dani Rusirawan, Ph.D
Cooling tower merupakan bagian dari sistem pembangkit listrik yang berfungsi untuk menurunkan suhu aliran dengan cara mengekstraksi panas dari air dan menginjeksikannya ke atmosfir. Kehandalan dari sistem cooling tower pembangkit listrik merupakan salah satu aspek yang dapat memenuhi keberhasilan suatu proses produksi agar tidak mengalami kerusakan ataupun kegagalan dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini teori kehandalan dapat digunakan untuk memperkirakan peluang sistem cooling tower pembangkit listrik dapat melaksanakan fungsinya secara maksimal. Metode Reliability, Availability & Maintainability (RAM) dapat digunakan untuk memperkirakan kegagalan pada sistem cooling tower sebuah pembangkit listrik. Dalam penelitian ini kajian RAM telah digunakan untuk memperkirakan kegagalan yang mungkin terjadi pada sistem cooling tower dari sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) UBP Kamojang. Walaupun sistem cooling tower terdiri dari banyak sub-sistem, tetapi dalam penelitian ini hanya difokuskan pada sub-sistem heat exchange cooling tower yang terdiri dari motor listrik, gearbox, dan fan. Beberapa data penting seperti failure rate (λ), Mean Time To Failure (MTTF), Repair system diperoleh dari data lapangan. Dari hasil kajian, diperoleh nilai RAM untuk subsistem heat exchange cooling tower yang beroperasi selama 29 tahun R = 9,7%, A = 95%, M = 100%. Berdasarkan nilai RAM dari ketiga komponen tersebut dapat disimpulkan bahwa kehandalan dari sistem cooling tower setiap tahunnya semakin menurun selama 29 tahun beroperasi.