// <![CDATA[ANALISIS TEGANGAN REGANGAN PADA MATERIAL POROS PEJAL DAN POROS BERONGGA ALUMINIUM MENGGUNAKAN SENSOR STRAIN GAUGE BERBASIS LABJACK]]> Ali Attamimi, ST., MT. ROBY SATRIA PERDANA /12-2009-045 Penulis
Perancangan sebuah konstruksi dengan material aluminium sebagai bahan utamanya haruslah mengetahui nilai tegangan regangan pada material tersebut, dikarenakan jika perancangan melebihi titik Yield material maka konstruksi tersebut sangat membahayakan. Selain itu juga pada pembuatan produk dengan material aluminium sebagai bahan utamanya haruslah mengetahui nilai tegangan regangan pada material tersebut, agar hasil produk aman untuk digunakan. Strain gauge merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur tegangan regangan pada pengujian ini dengan spesimen poros aluminium dengan 3 dimensi yang berbeda dengan pembebanan yang bervariasi, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tegangan regangan dengan menggunakan sensor strain gauge berbasis labjack. Setelah dilakukan pengujian maka didapat nilai tegangan untuk poros pejal 1 minimum 3644704 pa dan maksimum 7538720 pa, poros pejal 2 minimum 5781664 pa dan maksimum 11717664 pa, poros berongga minimum 320544 pa dan maksimum 1036425.6 pa dan nilai regangan poros pejal 1 minimum 0.000130168 dan maksimum 0.00026924, poros pejal 2 minimum 0.000206488 dan maksimum 0.000418488, poros pejal minimum 0.000011448 dan maksimum 0.0000370152.