// <![CDATA[PEMBUATAN BAHAN BAKAR PADAT (BRIKET) DARI LIMBAH SEBETAN KAYU PINUS MELALUI PROSES ORREFACTION]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T. S. Juhanda, Ir., M.Eng. Raditya Rizki Amalia /14-2012-046 Penulis Bobie Chriesna Kurniawan /14-2012-047 Dosen Pembimbing 1
Pinus merkusii merupakan satu-satunya jenis pinus asli Indonesia yang dikenal sebagai penghasil kayu, resin dan gondorukem. Kayu pada pohon pinus dimanfaatkan oleh industri untuk diolah agar menghasilkan produk bernilai ekonomis yang lebih tinggi. Namun limbah yang dihasilkan dari proses produksi menimbulkan permasalahan contohnya sebetan kayu pinus. Sebetan kayu pinus merupakan hasil samping atau limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri penggergajian kayu dan hingga saat ini pemanfaatannya belum optimal. Salah satu cara untuk memanfaatkan sebetan kayu pinus agar menghasilkan produk bernilai ekonomis yang tinggi yaitu dengan mengolahnya menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket menggunakan proses torrefaction. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan limbah sebetan kayu pinus untuk dijadikan briket dan menentukan kondisi terbaik proses pembuatan briket dari limbah sebetan kayu pinus dengan proses torrefaction berdasarkan variasi temperatur (240°C, 270°C, dan 300°C) dan rasio perbandingan komposisi bahan baku terhadap perekat (85%b:15%b; 90%b:10%b; dan 95%b:5%b). Kondisi terbaik proses pembuatan briket dari limbah sebetan kayu pinus yaitu pada temperatur torrefaction 300ᴼC dan komposisi binder sebesar 10%b dari bahan baku dengan kadar air 2,26%, kadar abu 1,35%, volatile matter 35,68%, fixed carbon 60,71%, nilai kalor 6507 kal/g, persentase hilang massa 81,2% dan memiliki tekstur yang kokoh serta berwarna hitam. Nilai kalor briket dari limbah sebetan kayu pinus berkisar antara 6107 kal/g hingga 6973 kal/g yang setara dengan batubara kelas subbituminous tipe C.