PENINGKATAN MUTU TEPUNG TAPIOKA TRADISIONAL
Tepung tapioka banyak digunakan di industri pangan maupun non-pangan sebagai bahan pelengkap maupun sebagai bahan utama dalam prosesnya. Tapioka alami memiliki berbagai kekurangan dari segi sifat dan karakteristik pati yang dihasilkannya. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari pati tersebut adalah hidrolisis asam. Tepung tapioka yang diolah merupakan tepung tapioka yang diperoleh dari hasil pemrosesan secara tradisional. Tepung tapioka ini kemudian di hidrolisis dengan menggunakan HCl sebagai katalis. Pengamatan dilakukan terhadap pengaruh rasio antara tepung tapioka dengan air, waktu reaksi, dan konsentrasi HCl. Produk hasil hidrolisis kemudian dianalisis nilai dextrose equivalent (DE), dan %yield. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penentuan kondisi terbaik pada proses hidrolisis asam yang akan digunakan untuk proses hidrolisis asam-metanol. Produk dari hidrolisis asam-metanol yang dilakukan pada kondisi operasi terbaik tersebut kemudian dianalisis nilai dextrose equivalent (DE), %yield, %solubility, swelling power, dan suhu gelatinisasinya. Berdasarkan analisis produk hidrolisis asam diperoleh kondisi operasi terbaik pada rasio 1:14, waktu reaksi 120 menit, dan konsentrasi HCl 2%. Sedangkan untuk hidrolisis asam-metanol diperoleh kondisi terbaik pada penambahan volume metanol sebanyak 50 mL pada suhu operasi 80oC dengan nilai dextrose equivalent (DE) sebesar 18.42, %yield 81.51%, %solubility 3.92%, swelling power 3.10, dan suhu gelatinisasi sebesar 85oC.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).PENINGKATAN MUTU TEPUNG TAPIOKA TRADISIONAL ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PENINGKATAN MUTU TEPUNG TAPIOKA TRADISIONAL ().Teknik Kimia:FTI,2016.Text
MLA Style
.PENINGKATAN MUTU TEPUNG TAPIOKA TRADISIONAL ().Teknik Kimia:FTI,2016.Text
Turabian Style
.PENINGKATAN MUTU TEPUNG TAPIOKA TRADISIONAL ().Teknik Kimia:FTI,2016.Text