// <![CDATA[HIDROLISIS JERAMI PADI DENGAN KATALIS ASAM SULFAT]]> 0002105401 - Carlina D Ariono, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Haryono, ST., M.T. Dosen Pembimbing 2 Vatia Aulia Utamy/14-2012-001 Penulis Ratih Wulandari/14-2012-040 Dosen Pembimbing 1
Padi termasuk produk pertanian utama yang dihasilkan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Pengolahan padi tersebut akan menghasilkan limbah berupa jerami yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan kembali. Berdasarkan komposisi dalam jerami mengandung 39 % selulosa, 27 % hemiselulosa, 12 % lignin, dan 11 % abu. Kandungan selulosa yang cukup tinggi dapat dikonversi menjadi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan jerami padi sebagai bahan baku pembuatan gula reduksi dan mempelajari pengaruh konsentrasi asam sulfat dan suhu reaksi terhadap perolehan gula reduksi pada hidrolisis. Jenis reaktor yang digunakan yaitu reaktor kimia secara batch. Parameter tetap yang digunakan dalam penelitian ini antara lain waktu hidrolisis asam 120 menit, rasio (jerami terhadap asam sulfat) 1: 10 b/v, dan jenis padi yang digunakan IR64.Parameter yang divariasikan dalam penelitian ini adalah temperatur hidrolisis asam yaitu (70, 80, 90)oC dan konsentrasi H2SO4 yaitu (10,15, 20, 30) % v/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jerami padi dapat menghasilkan gula reduksi dengan proses hidrolisis menggunakan katalis asam sulfat, kadar gula reduksi tertinggi diperoleh pada temperatur 90oC dengan konsentrasi asam sulfat 20 % yaitu 1,1998 % atau 11.998 mg/L dan yang terendah pada temperatur 70oC dengan konsentrasi asam sulfat 10 % yaitu 0,9538 % atau 9.538 mg/L, dan yield pada kondisi optimum sebesar 143,976 mg gula reduksi gram