USULAN PERBAIKAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI
KOMPONEN REJECT PADA LOWER SUB ASSY MENGGUNAKAN
METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DAN FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
di PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace (Iae))
Directorate of Assembly Airbus Helicopter Superpuma MK-II EC 225/725 PT.
Dirgantara Indonesia, merupakan salah satu bagian pada perusahaan yang melakukan
proses assembly pesawat Helicopter Superpuma Military EC 225/725. Salah satu part
sub assembly terpenting pada bagian pesawat tersebut yaitu Beam Y350 FR 1820 To
3245. Fungsi part tersebut sebagai rangka badan bagian bawah pesawat dan saling
terintegrasi dengan part lainnya.Terdapatnya ketidaksesuaian pada single part
pembentuk sub assembly tesebut akibat dari hasil proses perencanaan produksi hingga
assembly. Penyebab dari ketidaksesuaian tersebut menimbulkan produk terkategori
reject yang dicantumkan dalam suatu form berupa RT (Rejection Tag).
Tujuan dalam penelitian ini yaitu menghilangkan atau minimal mengurangi
kemungkinan terjadinya jumlah produk atau part yang mengalami reject. Pemecahan
masalah dilakukan dengan pendekatan metode RCA (Root cause analysis) dan FMEA
(Failure Mode and Effect Analysis). Tahap awal berupa mengetahui data produk
mengalami defect, identifikasi jenis kegagalan, lalu identifikasi jumlah defect dari
bagian lower structure sub assembly, tentukan part yang mengalami ketidaksesuaian
paling besar dan saling terintegrasi, identifikasi potential failure dengan memindai
segala kemungkinan timbul penyebab defect, identifikasi akibat yng ditimbulkan dari
potential failure mode menggunakan langkah-langkah pada RCA sehingga didapatkan
potential effect, identifikasi penyebab kegagalan berdasarkan potential cause.Tentukan
rating dari severity, occurance, dan detection, lalu lakukan operasi perhitungan
perkalian sehingga didapat Risk Priority Number (RPN) sebagai dasar pembuatan
pareto diagram. Hasil dari persentase RPN dan pareto diagram ditemukan adanya 18
hingga 19 kesalahan dari masing-masing ketidaksesuaian (Over Gap, Edge Margin dan
Incorrect distance Hole)
Metode RCA digunakan kembali untuk menentukan akar yang paling mendasar
penyebab ketidaksesuaian. Hasil analisis RCA ditemukan terdapat akar penyebab
permasalahan yang sama untuk masing-masing kesalahan, maka digeneralisasikan
hanya 18 permasalahan yang perlu dilakukan usulan tindakan perbaikan (corrective
action). Permasalahan yang paling kritis akibat kesalahan workmanship (mekanik),
proses pre-planning, toleransi dan suaian serta spesifikasi design drawing part, dan
drawing assembly. Tahap usulan tindakan perbaikan diantaranya dengan membuat suatu
check sheet, membuat suatu display berisi infomasi penunjang proses assembly bagi
mekanik dan display pengambilan keputusan bagi stakeholder (manager, supervisor,
quality) beserta ukurannya yang disesuaikan, membuat suatu kit and equipment list bagi
mekanik, memberikan usulan berupa SOP (Standard Operational Procedure) bagi
pihak stakeholder, memberikan usulan dalam penentuan jenis suaian yang tepat,
penentuan perbaikan ukuran toleransi bagi single part yang mengalami defect,merancang dan mensimulasikan perbaikan part dan sub assembly yang mengalami reject sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).USULAN PERBAIKAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI
KOMPONEN REJECT PADA LOWER SUB ASSY MENGGUNAKAN
METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DAN FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
di PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace (Iae)) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI
KOMPONEN REJECT PADA LOWER SUB ASSY MENGGUNAKAN
METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DAN FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
di PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace (Iae)) ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI
KOMPONEN REJECT PADA LOWER SUB ASSY MENGGUNAKAN
METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DAN FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
di PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace (Iae)) ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI
KOMPONEN REJECT PADA LOWER SUB ASSY MENGGUNAKAN
METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DAN FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
di PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace (Iae)) ().Teknik Industri:FTI,2016.Text