// <![CDATA[PENINGKATAN KUALITAS PROSES PRODUKSI KOMPONEN DRIVE RIB 4 PESAWAT AIRBUS A380 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS (Studi Kasus di PT. Dirgantara Indonesia (Persero))]]> Arie Desrianty, ST., MT. Dr., Ir. Kusmaningrum, MT. Vidria Sandra Vidiana/13-2013-015 Penulis
PT. Dirgantara Indonesia merupakan industri manufaktur yang memproduksi komponen ketiak sayap pesawat Airbus A380. Secara garis besar proses pembuatan komponen pesawat antara lain proses permesinan dan assembly. Selama proses produksi, kegagalan merupakan hal yang tidak dapat dihindari tapi dapat diminimalisir. Kegagalan yang terjadi dapat menghambat proses selanjutnya atau bahkan dapat diterima oleh konsumen. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan saat proses produksi antara lain dari man, machine, material, method, dan environment. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi kegagalan yang terjadi selama proses produksi menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Metode Failure Mode And Effect Analysis dapat mengidentifikasi jenis-jenis kegagalan, identifikasi penyebab kegagalan, identifikasi akibat kegagalan, serta mengurutkan kegagalan yang paling kritis berdasarkan perkalian nilai severity, occurance, dan detection untuk segera dicari usulan perbaikannya. Penyebab kegagalan yang paling kritis kemudian dicari prioritas utamanya menggunakan diagram pareto dan diidentifikasi akar permasalahannya menggunakan metode Fault Tree Analysis. Apabila diimplementasikan, usulan perbaikan yang diperoleh dapat mengurangi jumlah kegagalan yang terjadi dan mengurangi biaya kualitas yang harus ditanggung oleh perusahaan.