// <![CDATA[ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DAN TINGKAT STRES PETUGAS APP DI BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG DENGAN METODE OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF]]> Arie Desrianty, S.T., M.T. Lauditta Irianti, S.T., M.T. GERALDY WILMAN LINGGA/13-2012-063 Penulis
Sarana transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yakni transportasi udara. Transportasi udara tidak terbatas pada jarak dan wilayah serta hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat. Sistem transportasi udara meliputi pilot, petugas ATC (Air Traffic Control), bandar udara, jalur penerbangan, pesawat terbang, dan lainnya. Sebagai sarana transportasi, kenyamanan dan keamanan penumpang menjadi hal yang utama. Human error merupakan kesalahan yang terjadi akibat faktor manusia. Manusia memiliki karakteristik dan keterbatasannya masing - masing yang memepengaruhi pada kapasitas kerja seseorang. Kapasitas kerja meliputi karakter pribadi, fisiologis, psikologis, dan biomekanik. Dari keempat kapasitas kerja tersebut, petugas ATC cenderung menggunakan kapasitas kerja psikologis. Perbedaan kapasitas kerja akan mempengaruhi respon setiap manusia pada beban kerjanya dan pada kasus ATC cenderung pada beban kerja mental. Ketidakseimbangan antara kapasitas kerja dan beban kerja dapat mengganggu kondisi psikologis atau mental petugas ATC seperti stres sehingga berdampak positif pada peningkatan peluang terjadinya human error. Sistem transportasi udara tidak luput dari apa yang dinamakan human error. Pada sistem transportasi udara, terdapat beberapa sumber terjadinya human error seperti pilot dan petugas ATC. Namun, pilot menjadi fokus para peneliti beberapa waktu ini, padahal ATC memiliki peran yang sangat penting dalam transportasi udara yakni memandu lalu lintas udara. Oleh karena itu, beban kerja mental ATC tidak kalah besar dibandingkan pilot sehingga dilakukan pengukuran beban kerja mental petugas ATC dengan menggunakan metode SWORD (Subjective Workload Dominance) dan mengukur tingkat stres petugas ATC dengan menggunakan alat cocorometer. Metode SWORD membandingkan ketujuh job description petugas ATC dan yang terbesar yakni job description terkait pemanduan lalu lintas udara. Tingkat stres petugas ATC sebagian besar mengalami stres baik pada sebelum kontrol maupun setelah kontrol terlebih yang terjadi pada shift kerja siang dimana tingkat stres cenderung mengalami kenaikan pada saat sebelum kontrol dan setelah kontrol.