<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6939">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN KANTUK PENGATUR
PERJALANAN KERETA API DI STASIUN BESAR KELAS A DAN B
DAERAH OPERASI II BANDUNG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arie Desrianty, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lauditta Irianti, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Renova Busralinny Helimra/13-2012-120</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang diminati oleh masyarakat,
berdasarkan Badan Pusat Statistik pengguna moda transportasi kereta api mengalami
kenaikan 0,31% per tahun untuk wilayah Jawa Barat. PT. Kereta Api memiliki daerah
operasi stasiun sebanyak sembilan daerah operasi yang tersebar di Indonesia.
Berdasarkan daerah operasi stasiun kereta api dibedakan menjadi beberapa klafikasi
stasiun dengan membagi seperti stasiun besar dengan tingkatan stasiun kelas A,B dan C,
stasiun sedang dengan tingkatan stasiun kelas 1 dan 2, serta stasiun kecil dengan
tingkatan stasiun kelas 3. Menurut Badan Pusat Statistik diwilayah Jawa terjadinya
peningkatan penumpang sebesar 8,29% per tahunnya dari tahun 2010 sampai tahun
2014. PT. Kereta Api Indonesia dituntut untuk meningkatkan pelayanan, keamanan,
ketepatan waktu dan kenyamanan. Hal tersebut didukung elemen-elemen yang terkait
dengan kereta api seperti masinis, Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) serta
PK yang berperan dalam pengoperasian kereta api di stasiun.
Dapat dikatakan Operator Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) berperan penting
dalam pengoperasian kereta api, tuntutan kerja yang dimiliki operator PPKA membuat
tingginya beban kerja fisik dan mental yang dirasakan operator. Beban kerja yang tinggi
akan berdampak pada kelelahan kerja operator, untuk itu diperlukan pengukuran tingkat
kelelahan dan tingkat kantuk operator PPKA yang dilakukan pada shift siang dan malam,
pengukuran tingkat kelelahan dan tingkat kantuk dilakukan pada Stasiun Bandung dan
Stasiun Kiaracondong yang pada akhirnya akan dibandingkan tingkat kelelahan dan
tingkat kantuk yang didapat pada kedua stasiun tersebut.
Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data yang terdiri dari 8 operator PPKA.
Metode yang digunakan untuk pengukuran tingkat kelelahan secara subjektif Swedish
Occupanccy Fatigue Inventory (SOFI) dan pengukuran tingkat kantuk secara subjektif
Karolinska Sleepiness Scale (KSS), pengukuran dilakukan masing-masing 4 kali
pengukuran untuk satu operator. Berdasarkan hasil perhitungan uji statisik Peringkat
Bertanda Wilcoxon yang digunakan untuk membandingkan data shift siang dan malam
pada masing-masing stasiun dan hasil uji statistik menghasilkan tidak ada perbedaan data
pada shift siang dan malam untuk kedua stasiun. Pada uji statistik Kolmogorov-Smirnov
yang digunakan untuk membandingkan data antara Stasiun Bandung dan Stasiun
Kiaracondong pada masing-masing shiftnya dan hasil uji statistik tidak ada perbedaan
data pada Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Hasil dapat dikaitkan dengan
faktor penyebab terjadinya kelelahan dan kantuk agar menjadi penguat analisis.</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1912TI/16]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1912TI/16]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1912TI/16]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5760" url="" path="/1912TI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN KANTUK PENGATUR PERJALANAN KERETA API DI STASIUN BESAR KELAS A DAN B DAERAH OPERASI II BANDUNG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6939]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-12-08 12:52:31]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-12-08 12:53:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>