MODEL OPTIMASI LOT PRODUKSI DENGAN
MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN BIAYA KUALITAS
PADA SISTEM PRODUKSI MULTISTAGE UNTUK
MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA
Metode Economic Production Quantity (EPQ) merupakan metode yang dalam
perhitungannya memperhitungkan penentuan ukuran lot produksi. Metode EPQ mengasumsikan
bahwa sistem produksi berjalan dengan sempurna dan produk yang dikirim pasti diterima,
namun pada kenyataannya tidaklah begitu karena kegagalan produksi masih dapat terjadi yang
memungkinkan adanya produk cacat dan konsumen tidak mau menerima produk cacat tersebut.
Selain kondisi tersebut, pada saat ini terdapat kondisi-kondisi lain yang belum terpenuhi oleh
penelitian sebelumnya, misalnya proses pembuatan produk yang melalui beberapa stage atau
dapat disebut multi stage programming. Penelitian sebelumnya haya menggunakan pendekatan
single stage, dimana tidak adanya hubungan antar proses di setiap stage atau dengan kata lain,
proses yang satu independen terhadap proses yang lain. Berdasarkan kekurangan metode EPQ
dan penelitian sebelumnya, penelitian ini melakukan pengembangan model yang membahas
sistem produksi tidak sempurna akibat masalah deteriorasi dan kesalahan inspeksi sampling.
Pada perhitungan dipertimbangkan komponen biaya kualitas dengan kriteria meminimumkan
total biaya.
Masalah deteriorasi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Model Wibowo
(2014), sedangkan kesalahan inspeksi sampling dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
model Kadarisman (2007). Deteriorasi dapat terjadi akibat fasilitas produksi digunakan dalam
jangka waktu lama atau secara terus menerus tanpa memberikan waktu istirahat, sehingga
membuat kemampuan fasilitas produksi menurun. Kesalahan inspeksi sampling dapat terjadi
dikarenakan lot produksi yang bukan sampel tidak ikut diperiksa, sehingga kualitasnya tidak
diketahui.
Komponen biaya kualitas yang digunakan, antara lain biaya kegagalan internal dan
biaya kegagalan eksternal. Biaya kegagalan internal memiliki kegunaan untuk
memperhitungkan biaya saat produk diharusjan diperiksa secara sensus. Biaya kegagalan
eksternal memiliki kegunaan untuk memperhitungkan biaya, jika produk yang dikirim ke
konsumen terdapat produk cacat.
Pengembangan model dalam penelitian ini menggunakan pemrograman dinamis
probabilistik yang dalam perhitungannya terdapat biaya set-up, biaya produksi, biaya inspeksi,
biaya simpan inspeksi, komponen biaya kualitas, biaya rework, biaya simpan rework, dan biaya
penalti.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
Ladzwina Mahardini/13-2012-169 - Personal Name
No. Panggil
1923TI/16
Subyek
Fakultas
FTI
Tahun Terbit
2016
Jurusan
Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2016).MODEL OPTIMASI LOT PRODUKSI DENGAN
MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN BIAYA KUALITAS
PADA SISTEM PRODUKSI MULTISTAGE UNTUK
MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL OPTIMASI LOT PRODUKSI DENGAN
MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN BIAYA KUALITAS
PADA SISTEM PRODUKSI MULTISTAGE UNTUK
MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
MLA Style
.MODEL OPTIMASI LOT PRODUKSI DENGAN
MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN BIAYA KUALITAS
PADA SISTEM PRODUKSI MULTISTAGE UNTUK
MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
Turabian Style
.MODEL OPTIMASI LOT PRODUKSI DENGAN
MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN BIAYA KUALITAS
PADA SISTEM PRODUKSI MULTISTAGE UNTUK
MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA ().Teknik Industri:FTI,2016.Text