// <![CDATA[UPAYA USULAN PERBAIKAN TERHADAP AIR MINUM DALAM KEMASAN 19 LITER DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYZE (FMEA) DAN VALUE ENGINEERING (Studi Kasus di PT. Agronesia Divisi BMC)]]> Arie Desrianty, S.T., M.T Abe Dongan/13-2011-215 Penulis Rispianda, ST., M.T., M.Phil
Pengendalian kualitas adalah salah satu aktifitas manajemen untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk dan membandingkan dengan spesifikasi yang ada sehingga dapat diambil tindakan perbaikan yang sesuai apabila ada perbedaan antara karakteristik yang sebenarnya dengan standar yang telah ditetapkan. Produk yang cacat ditimbulkan oleh proses produksi yang berisiko menyebabkan kerusakan. Dampak resiko dapat mempengaruhi produkstivitas, performansi, kualitas dan anggaran. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini meneliti analisa resiko dan mengefisienkan biaya-biaya tidak perlu, menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Value Engineering. Identifikasi produk cacat dilakukan dengan mencari failure mode pada proses produksi kemudian mencari failure effect dan failure cause. Tahapan selanjutnya adalah memberikan alternatif usulan perbaikan untuk diperhitungkan menggunakan metode Value Engineering. Cara memilih dan memilih alternatif yang tepat melalui beberapa proses yaitu tahap pengumpulan informasi, tahap kreatif, tahap pengembangan, tahap analisa dan tahap rekomendasi.