// <![CDATA[STUDI KELAYAKAN EKONOMI MODA KERETA API PONTIANAK – ARUK, KALIMANTAN BARAT]]> Sofyan Triyana, ST.,MT., Asep Abdul Wahab / 22 2010 098 Penulis
Kalimantan Barat memiliki potensi berupa hasil bumi diantaranya hasil perkebunan, hasil pertanian, hasil laut dan pertambangan yang cukup melimpah. Seiring melimpahnya hasil bumi di Kalimantan Barat maka perlu adanya pengembangan jalur kereta api untuk memenuhi kebutuhan pergerakan barang khususnya dan juga penumpang sehingga dapat merangsang pertumbuhan pembangunan di wilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pembangunan moda kereta api Pontianak–Aruk, Kalimantan Barat layak dibangun atau tidak secara ekonomi dengan metode pendekatan surplus produsen. Data yang digunakan merupakan data dari studi terdahulu berupa data PDRB dan ATTN 2011. Berdasarkan parameter analisis studi kelayakan ekonomi yang digunakan pada pembangunan moda kereta api Pontianak–Aruk, Kalimantan Barat tidak layak untuk dibangun dan dioperasikan dilihat dari hasil perhitungan suku bunga ADB sebesar 14,4% (dengan biaya pembebasan lahan) waktu periode 30 tahun dengan nilai NPV sebesar Rp- 10.273.494.593.186-, besarnya nilai BCR yang didapat 0,13 dan nilai IRR sebesar 0,39%.