// <![CDATA[TINJAUAN KEMBALI MENGENAI PENGARUH MODULUS KEHALUSAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON]]> Priyanto Saelan, Ir., M.T. Brayn Gilang Dimalouw /22 2010 022 Penulis
Terdapat beberapa metoda perencanaan campuran beton, diantaranya adalah metoda ACI, metoda SNI yang merupakan duplikasi dari metoda BS (British standart), dan metoda Dreux Gorrisse (Prancis). Kesemuan metoda tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan beton hanya ditentukan oleh faktor air-semen sedangkan modulus kehalusan pasir (FM) hanya mempengaruhi kelecakan campuran beton segar. Nilai modulus kehalusan pasir (FM) yang direkomendasikan oleh SNI yaitu 1,50 – 3,50 dan pada ACI yaitu 2,40 – 3,00. Mengingat rentang perubahan modulus kehalusan pasir (FM) cukup jauh pada cara SNI/BS maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh perubahan modulus kehalusan pasir (FM) terhadap kuat tekan beton. Penelitian dilakukan dengan membuat komposisi campuran beton menggunakan cara Dreux, untuk kuat tekan rencana sebesar 30 MPa, slump rencana sebesar 80 mm, faktor granular (G) 0,40, 0,45, dan 0,50, serta modulus kehalusan pasir (FM) 1,50, 2,00, 2,50, 3,00, dan 3,50. Hasil penelitian memperlihatkan sebaran kuat tekan aktual berfluktuaktif namun tetap berada disekitar kuat tekan prediksi. Hal ini menunjukkan bahwa modulus kehalusan pasir (FM) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tekan beton, bahkan juga terhadap kelecakan beton segar. Dengan demikian hasil penelitian ini memperkuat teori perancangan campuran beton pada metode SNI/BS dan ACI yang beranggapan bahwa kuat tekan beton hanya dipengaruhi oleh faktor air-semen saja.