// <![CDATA[PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN REL SURABAYA – BANDARA JUANDA, STA KM 14+000 – STA KM 16+000]]> Mohamad Salman/ 22 2011 124 Penulis Dr. Herman.
Pertumbuhan pengguna transportasi udara memicu pertumbuhan pergerakan dari dan menuju bandara. Tingginya pergerakan ini membuat kemacetan dan resiko kecelakaan meningkat. Untuk mengurangi volume lalu lintas, dibangunlah jalur kereta api (KA) Bandara. Salah satu bandara yang akan terhubung dengan jalur KA adalah Bandara Juanda Surabaya. Masalah yang terjadi adalah padatnya permukiman penduduk disekitar Bandara Juanda, sehingga lahan yang tersedia untuk pembangunan jalur KA Bandara menjadi terbatas. Perancangan geometri dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan no 60 tahun 2012. Jalur KA Bandara Juanda direncanakan sebagai jalan rel layang kelas I. Dari hasil analisis didapatkan jari-jari lengkung paling optimal sebesar 300 m, kelandaian sebesar 11‰, dan kecepatan rencana sebesar 70 km/jam. Growth of air travel user affected the movement in and out of airport. This movement increase led to traffic jam and road accident risk. To reduce high traffic volume, some airport will be linked to railway systems. One of the airports that will be connected by railway line is Juanda Airport in Surabaya. The problem that occurs is dense settlements around the Juanda Airport, making land available for the construction of the railway is limited.Geometric planning will be based to 2012 Ministry of Transportation Act number 60. Juanda Airport Railway is designed as class I elevated railway. The analysis result show that optimum radii for horizontal curve is 300 m, 11‰ slope, and have design speed of 70 km/hour