// <![CDATA[STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JENIS DAN UKURAN GROUTING PADA KINERJA SAMBUNGAN BALOK-KOLOM PRACETAK]]> 0429096502 - Hazairin, Ir., M.T. AJI PAMUNGKAS /22-2012-186 Penulis
Penggunaan sistem beton pracetak saat ini terus mengalami peningkatan terutama di kota-kota besar karena adanya tuntutan penyelesaian waktu pekerjaan dengan cepat. Salah satu kesulitan dalam perencanaan sistem beton pracetak yaitu pada sambungan antar elemen beton pracetak. Penempatan dan kekuatan sambungan perlu direncanakan dengan baik sehingga tidak menyebabkan keruntuhan prematur pada struktur (Nurjaman, 2000). Penelitian ini membuat alternatif sistem sambungan balok-kolom pracetak yang mudah dan sederhana. Pada sambungan balok-kolom pracetak dilakukan variasi bahan dan selongsong lubang grouting. Bahan grouting yang digunakan adalah Pasta Semen, Conbextra, dan Nitobond, sedangkan untuk grouting menggunakan lubang selongsong dengan variasi ½ inci, ¾ inci, dan 1 inci. Hasil penelitian ini adalah diperolehnya nilai kuat lentur maksimum (