RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI KEBON JATI : HOTEL HOSPITAL
Kota Bandung merupakan salah satu kota besar yang sedang berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan zaman, perilaku masyarakat di kota besar pun semakin menuju ke arah yang lebih modern. Selain kebiasaan yang dilakukan manusia, faktor perubahan pola perilaku dan pola hidup yang semakin instan membuat menurunnya kesadaran akan kesehatan dan keselamatan jiwanya masing-masing. Untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan adanya gerak dan fungsi tubuh yang baik, seseorang dapat melakukan aktivitas dengan baik pula. Salah satu kesehatan yang berhubungan dengan penurunan kemampuan fungsional fisik manusia dan berhubungan dengan alat gerak manusia yaitu, rangka, otot, sendi dan ligament, yang di dalam ilmu kedokteran berada di bawah spesialisasi ortopedi. Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya kemampuan fungsional fisik manusia, seperti trauma (luka tubuh yang dihasilkan oleh cedera fisik tiba-tiba) akibat kecelakaan atau kekerasan fisik, pola hidup masyarakat yang semakin instan pun mengakibatkan asupan kalsium yang masuk ke dalam tubuh semakin berkurang, kebiasaan sehari-hari seperti sikap badan saat duduk yang bila dilakukan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kebengkokan pada tulang punggung, dsb. Salah satu pelayanan yang dapat terasa oleh pengguna bangunan adalah suasana ruang dalam bangunan. Kebanyakan rumah sakit memberikan kesan kaku, angker dan kurang nyaman untuk ditinggali. Sedangkan untuk pasien yang notabene melakukan sebuah pemulihan akan merasa tidak betah dan kurang nyaman jika berada di dalam rumah sakit karena suasana ruang yang kurang nyaman. Sehingga kata 'rumah sakit' terkesan nyata secara harfiah, yaitu 'rumah yang sakit', bukan cenderung ke arah tujuannya yaitu 'menyehatkan' orang yang sakit. Berdasarkan hal tersebut, lahirlah tema ‘hotel hospital’, dimana kenyamanan terutama ruang dalam bangunan akan membawa perasaan nyaman kepada setiap pasien dan pengguna bangunan lainnya. Kesan suatu bangunan, suasana sebuah ruangan dan lingkungan sekitarnya memiliki peran terhadap perilaku dan psikologis manusia. Bangunan tidak akan dilihat hanya sebagai sebuah bangunan melainkan mendorong perasaan penggunanya agar nyaman untuk bekerja dan melakukan proses penyembuhan bagi pasien, karena ketika rasa nyaman seseorang terpenuhi maka mereka biasanya merespon secara positif pada lingkungan yang kita desain. Respon positif itu akan membantu pasien dalam kesembuhannya karena merasa nyaman berada di rumah sakit dan mereka tidak akan merasa bosan berada di rumah sakit.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI KEBON JATI : HOTEL HOSPITAL ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI KEBON JATI : HOTEL HOSPITAL ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
MLA Style
.RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI KEBON JATI : HOTEL HOSPITAL ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI KEBON JATI : HOTEL HOSPITAL ().Arsitektur:FTSP,2015.Text